Pyridam Farma (PYFA) Pacu Produksi, Targetkan Laba pada 2026

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA—PT Pyridam Farma Tbk. (PYFA) berencana menambah kapasitas produksi pada 2026 sehingga dapat membukukan laba bersih.

Sinta Ningsih, Direktur PYFA, menyampaikan strategi pertumbuhan perseroan pada 2026 akan difokuskan pada tiga pilar utama. Pertama, ekspansi fasilitas produksi steril di Cikarang (Line 4 dan 5).

Kedua, penguatan layanan Contract Development and Manufacturing Organization (CDMO). Permintaan yang terus meningkat, baik dari perusahaan farmasi domestik maupun global, memperkuat posisi PYFA di tengah tren jasa maklon di industri farmasi.

Ketiga, fokus pada portofolio produk terapeutik bernilai tinggi dan berlisensi. Beberapa produk inovatif yang menjadi penopang pertumbuhan diantaranya Cytoflavin, Reamberin, Syalox, serta lini steril injeksi.

“Langkah ini turut didukung oleh aksi korporasi selektif yang menjadikan PYFA sebagai perusahaan dengan ekosistem kesehatan yang lengkap dari hulu ke hilir,” paparnya dalam siaran pers, Jumat (3/4/2026).

PYFA berencana melakukan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue dengan menerbitkan sebanyak-banyaknya 5,7 miliar saham baru. Dana dari rights issue diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan perusahaan.

Baca Juga

  • Pyridam Farma (PYFA) Rancang Rights Issue 5,7 Miliar Saham, Bidik Akuisisi & Ekspansi
  • Grup Pyridam Farma (PYFA) Tingkatkan Kapasitas Produksi Injeksi
  • Pyridam Farma (PYFA) Bidik Rp420 Miliar Lewat Emisi Obligasi

Dari sisi kinerja keuangan, penjualan bersih PYFA mencapai Rp2,76 triliun, meningkat 43,7% secara tahunan dari Rp1,92 triliun pada 2024. Namun, perseroan masih mencatatkan rugi bersih Rp379,67 miliar, yang dipengaruhi oleh tingginya beban operasional dan investasi strategis yang sedang berlangsung.

Menurut Sinta, fase ini merupakan bagian dari upaya membangun kapabilitas jangka panjang dan memperluas posisi PYFA dalam ekosistem kesehatan yang lebih luas.

Dengan kombinasi kapabilitas manufaktur, akses kepada kemitraan global, serta strategi ekspansi yang terukur, perseroan melihat peluang untuk mengambil peran yang lebih signifikan dalam rantai nilai industri kesehatan, baik di pasar domestik maupun internasional.

"Memasuki fase berikutnya, fokus utama perseroan bergeser pada optimalisasi profitabilitas. Kami akan menerapkan langkah-langkah efisiensi operasional yang jauh lebih ketat dan terukur di seluruh lini bisnis, memastikan perusahaan beroperasi secara lebih lean dan disiplin demi menopang pertumbuhan jangka panjang yang sehat,” ujarnya.

Dalam kurun 5 tahun terakhir, PYFA secara konsisten melakukan ekspansi kapasitas produksi dan memperkuat infrastruktur manufaktur. Peningkatan kapasitas ini menjadi krusial untuk menangkap peluang dari pasar CDMO yang terus berkembang.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Backstagers Indonesia Tuntut Said Didu Minta Maaf kepada 3 Juta Pekerja Event
• 17 jam lalujpnn.com
thumb
Wall Street Ditutup Mixed di Tengah Kekhawatiran Jelang Libur Jumat Agung
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
LAN-Kemensos Dukung Pengembangan Sekolah Rakyat Terpadu
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemain Brasil yang Paling Diincar: Selain Bek PSM Victor Luiz, Ada Winger Persija Allano Lima
• 21 jam laluharianfajar
thumb
Analisis Pakar soal Kebijakan ASN WFH Tiap Jumat Bisa Hemat Konsumsi BBM
• 1 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.