Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, beberapa waktu lalu menemui Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, Presiden ke-7 RI Joko Widodo, hingga Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla. Ia mengungkapkan alasan di balik rangkaian pertemuan tersebut.
"Banyak sekali tokoh di Indonesia, baik itu pejabat resmi maupun pejabat nonpemerintahan atau tokoh-tokoh di Indonesia, yang menyampaikan pesan kepada saya berupa ungkapan belasungkawa dan juga keprihatinan," ujar Mohammad Boroujerdi kepada wartawan di Jakarta Selatan, Jumat (3/4/2026).
"Oleh karena itu, saya sebagai Duta Besar Republik Islam Iran, sebagai perwakilan Iran, sudah selayaknya membalas dengan menyampaikan rasa terima kasih atas ungkapan-ungkapan atau ucapan-ucapan yang disampaikan, serta memberikan apresiasi," tambahnya.
Ia menyebut bahwa dalam pertemuan-pertemuan tersebut, turut disampaikan hal terkait imbas perang AS dan Iran.
"Di samping itu, saya juga memberikan semacam laporan terkait peristiwa atau hal terakhir yang terjadi di wilayah atau di negara saya kepada tokoh-tokoh yang sebelumnya menyampaikan belasungkawanya kepada kami," tuturnya.
Mohammad Boroujerdi menyampaikan bahwa kampanye antiperang terhadap Iran adalah langkah awal untuk menentang peperangan terhadap negara lain. Pertemuan ini juga bertujuan untuk menyuarakan satu hal, yaitu kampanye antiperang tersebut.
"Adapun terkait kunjungan kepada ulama, tentunya kita juga sudah mengetahui bersama bahwa lembaga-lembaga atau ormas-ormas Islam, baik itu MUI maupun lembaga lainnya, bahkan telah menyampaikan anjuran untuk Qunut Nazilah. Artinya, tanpa kita minta pun, mereka secara langsung ikut mendoakan dan mendukung," ungkapnya.
Lihat juga Video Dubes Iran Sambangi Jokowi di Solo, Bahas Apa?
(dvp/aik)





