REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN – Pihak Amerika Serikat mengonfirmasi jet tempurnya ditembak jatuh di Iran. Media Iran melaporkan bahwa pilot pesawat tersebut, yang melontarkan diri dari pesawat, sedang diburu.
The Guardian melansir, pihak AS mengeklaim yang jatuh adalah Sebuah pesawat tempur F-15E. Kabar itu memicu upaya pencarian dan penyelamatan AS terhadap dua awaknya, yang merupakan insiden pertama sejak dimulainya perang.
Baca Juga
IRGC Kembali Tembak Jatuh Dua Jet Tempur Canggih AS, Salah Satunya F-35
Iran Tumbangkan Jet Tempur F-18 AS, Begini Kata Amerika
Perdana IRGC Umumkan Tembak Jatuh Jet F-35, US CENTCOM Klaim Pilot Selamat
Media pemerintah Iran merilis gambar sirip ekor dan puing-puing lainnya pada Jumat pagi disertai dengan klaim awal bahwa F-35 AS telah terkena sistem pertahanan udara baru di Iran tengah.
Kantor berita Iran Tasnim melaporkan bahwa pilot jet tersebut, yang disebut mengendarai F-35, telah ditahan. Ini bertentangan dengan klaim awal Teheran bahwa pilot tersebut mungkin tewas dalam insiden tersebut.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Kantor berita Iran Mehr melaporkan bahwa sebuah helikopter AS, yang sedang melakukan misi pencarian jet yang dilaporkan ditembak jatuh di Iran, juga terkena proyektil.
Pakar penerbangan mengatakan puing-puing dalam foto tersebut sebenarnya adalah pesawat F-15E, dari skuadron 494 angkatan udara AS, yang berbasis di RAF Lakenheath di Inggris, meskipun pada awalnya belum dapat dipastikan kapan dan di mana foto tersebut diambil.
Pejabat AS yang mengetahui situasi tersebut kemudian mengkonfirmasi bahwa sebuah F-15E telah ditembak jatuh dan Pentagon sedang berusaha mencari awaknya. Belum ada komentar resmi dari militer AS mengenai insiden tersebut.
Gambar kursi pelontar dari jet tempur AS yang dilansir oleh Garda Revolusi Iran. - (X/@IRGCIntelli)
Rekaman berikutnya yang direkam di Iran menunjukkan helikopter C-130 Hercules dan HH-60 Pavehawk AS terbang rendah dan pada satu titik mengisi bahan bakar bersama-sama, di tengah spekulasi baru Iran bahwa awak pesawat mungkin telah keluar dan selamat.
Justin Bronk, pakar penerbangan dari Royal United Services Institute (Rusi), mengatakan penggunaan helikopter spesialis tersebut “menunjukkan misi pencarian dan penyelamatan tempur sedang dilakukan untuk menemukan dan mengeluarkan dua awak pesawat dari F-15E”.