Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, menyampaikan pesan suara terkait kasus penyiraman air keras yang menimpanya. Ia saat ini tengah dirawat di ruang High Care Unit (HCU) RSCM.
Dalam pesan suara tersebut, Andrie menyampaikan ucapan terima kasih atas segala dukungan yang diberikan kepadanya.
"Halo kawan-kawan, terima kasih atas segala bentuk dukungan yang diberikan kepada saya untuk menghadapi teror dari orang-orang yang pengecut," ujar Andrie, sebagaimana rekamannya diunggah dalam Instagram milik KontraS, Kamis (2/4).
Andrie mengaku akan tetap kuat dan tegar dalam menjalani perawatan akibat penyiraman air keras yang menimpanya. Terlebih, dengan dukungan yang diberikan kepadanya.
"Saya akan tetap kuat, akan tetap tegar, tentu dengan segala dukungan penuh dari kawan-kawan sekalian," kata Andrie.
Terakhir, ia menyerukan semangat perjuangan agar terus berlanjut.
"A luta continua! Panjang umur perjuangan!" pungkasnya.
Andrie telah menjalani operasi mata yang ketiga di RSCM pada Rabu (28/3). Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, mengungkapkan kondisi luka Andrie mengalami perbaikan, dengan sebagian besar luka telah menutup dan mengering.
Saat operasi ketiga dilakukan, Yoga mengungkapkan permukaan kornea Andrie semakin menipis dan dinding bola matanya mengalami kebocoran. Meski begitu, kondisi psikologis Andrie stabil.
Kini mata Andrie ditutup dengan penjahitan selama empat bulan ke depan. Hal tersebut dimaksudkan untuk melindungi dan mempertahankan bentuk bola mata Andrie.
Sementara itu, kasus Andrie kini ditangani sepenuhnya oleh Puspom TNI. Komnas HAM, setelah memanggil TNI pada Rabu (1/4), mengungkapkan penyidikan kasus Andrie telah mencapai 80 persen.
"Proses penyidikan yang mereka lakukan sudah berjalan 80 persen dan saat ini penyidik sedang menunggu hasil visum korban dari RSCM serta keterangan dari korban," kata Komisioner Komnas HAM, Saurlin Siagian.





