Presiden AS Donald Trump menolak untuk membahas detail operasi pencarian dan penyelamatan yang sedang berlangsung di Iran setelah jatuhnya jet AS.
IDXChannel - Presiden AS Donald Trump menolak untuk membahas detail operasi pencarian dan penyelamatan yang sedang berlangsung di Iran setelah jatuhnya jet AS.
Dilansir dari laman Investing Sabtu (4/4/2026), dalam sebuah wawancara dengan NBC News, ia mengungkapkan kekecewaannya terhadap pemberitaan media tentang apa yang ia gambarkan sebagai misi yang sangat sensitif dan kompleks.
Ketika ditanya apakah insiden tersebut akan memengaruhi negosiasi dengan Iran, Trump mengatakan tidak.
“Tidak, sama sekali tidak. Tidak, ini perang. Kita sedang berperang,” katanya.
Satu awak pesawat tempur F-15E Amerika yang ditembak jatuh di Iran telah diselamatkan. Sementara status awak kedua masih belum diketahui karena operasi pencarian dan penyelamatan masih berlangsung.
Beberapa media melaporkan pada hari Jumat bahwa pesawat tersebut telah ditembak jatuh di Iran dan ini menandai pertama kalinya Teheran menembak jatuh pesawat AS sejak perang dimulai pada 28 Februari.
Pesawat pencarian dan penyelamatan, termasuk HC-130 dan dua helikopter HH-60, terlihat beroperasi di atas Iran usai insiden tersebut, menurut rekaman yang diedarkan oleh media pemerintah Iran.
Secara terpisah, pesawat tempur Angkatan Udara AS kedua jatuh di wilayah Teluk Persia pada hari Jumat, dan pilot tunggalnya kemudian diselamatkan, lapor New York Times.
Trump dijadwalkan bertemu dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte pada hari Rabu di Washington, D.C., kata aliansi tersebut.
Perundingan diplomatik menemui jalan buntu
Upaya para mediator regional untuk menengahi gencatan senjata antara AS dan Iran telah terhenti, dengan perundingan mencapai jalan buntu, menurut Wall Street Journal.
Upaya terbaru, yang dipimpin oleh Pakistan, gagal mendapatkan momentum setelah Iran memberi tahu para mediator bahwa mereka tidak akan bertemu dengan pejabat AS di Islamabad dalam beberapa hari mendatang dan menolak tuntutan Washington.
Meskipun mengalami kemunduran, Turki dan Mesir terus berupaya untuk menghidupkan kembali pembicaraan, menjajaki tempat alternatif seperti Doha atau Istanbul dan mempertimbangkan proposal baru yang bertujuan untuk memecah kebuntuan.
Trump sebelumnya mengindikasikan bahwa ia akan terbuka untuk gencatan senjata jika Iran membuka kembali Selat Hormuz. Sebagai tanggapan, Iran telah menguraikan syarat-syarat ketat untuk mengakhiri konflik, termasuk ganti rugi dari AS, penarikan pasukan Amerika dari pangkalan di Timur Tengah, dan jaminan terhadap serangan di masa mendatang, menurut WSJ.
(kunthi fahmar sandy)





