Jakarta, VIVA – Nama Reza Arap kembali menjadi sorotan publik. Kali ini bukan karena karya atau kontennya, melainkan karena pernyataannya yang meminta netizen berhenti menjodoh-jodohkannya dengan Fuji.
Belakangan ini, warganet ramai menggunakan sebutan “Furap” atau “Furab” untuk menggambarkan kedekatan keduanya. Namun, Arap justru merasa tidak nyaman dengan julukan tersebut dan meminta agar hal itu tidak lagi dipopulerkan. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
Dalam sebuah kesempatan, Arap secara tegas menyampaikan keberatannya. Ia menilai candaan tersebut sudah melewati batas dan berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan, terutama bagi keluarga Fuji.
“Bapaknya udah risih anjg cukuplah nggak enak gua anjg” kata Reza Arap di Marapthon yang dikutip pada Sabtu, 4 April 2026.
Pernyataan tersebut langsung menarik perhatian publik, karena menunjukkan bahwa situasi ini tidak hanya berdampak pada dirinya, tetapi juga pada pihak keluarga Fuji, khususnya sang ayah, Haji Faisal.
Arap juga menegaskan bahwa dirinya tetap manusia biasa yang memiliki perasaan. Ia berharap netizen bisa lebih bijak dalam membuat candaan di media sosial.
“Ya gua manusia juga, gua manusia juga gitu,” tambahnya.
Tak hanya Arap, rekannya sesama DJ, DJ Bravy, juga ikut angkat suara. Ia meminta netizen untuk menghentikan penggunaan istilah tersebut.
“Udahan guys udahan furab furabannya,” timpalnya.
Sebelumnya, Haji Faisal memang sempat menyampaikan bahwa ia kurang nyaman jika putrinya terus dijodohkan dengan siapa pun. Ia berharap Fuji bisa fokus pada kariernya tanpa tekanan dari publik.
Hal ini menjadi salah satu alasan utama Arap akhirnya angkat bicara. Ia tidak ingin candaan warganet justru membuat hubungan dengan keluarga Fuji menjadi tidak baik.
Setelah pernyataan tersebut viral, reaksi netizen pun beragam. Sebagian mendukung langkah Arap yang dianggap menghargai perasaan orang lain, sementara yang lain menilai fenomena “shipping” di media sosial memang sering berlebihan.
“Pak haji berharapnya mbak Fuji dpt laki2 yg Sholeh baik, ya wajar…”
“Lagian wartawan ngapain segala wawancara orangtuanya sih. Pdahal org² jg tau klo itu cuma bercandaan.”





