Jakarta, tvOnenews.com - Nama Aipda Vicky Aristo Katiandagho menjadi sorotan publik setelah keputusan dirinya meninggalkan institusi Polri ramai diperbincangkan di media sosial. Polisi yang sebelumnya bertugas di Polres Minahasa itu memilih mundur setelah dimutasi saat masih menangani perkara dugaan korupsi yang menyita perhatian masyarakat.
Vicky Aristo Katiandagho sebelumnya menjabat sebagai Kanit Tindak Pidana Khusus Satreskrim Polres Minahasa, posisi yang berkaitan langsung dengan penyelidikan dan penyidikan kasus korupsi. Salah satu perkara yang ditanganinya adalah dugaan penyimpangan proyek pengadaan tas ramah lingkungan di Kabupaten Minahasa.
Kasus tersebut berkaitan dengan program tahun 2020 yang menghabiskan anggaran sekitar Rp2,2 miliar. Dalam proyek itu, sekitar 150 ribu tas disebut dipasarkan kepada 227 desa, masing-masing dengan harga Rp15 ribu per unit.
Penelusuran perkara disebut telah dimulai sejak Januari 2021. Setelah melalui sejumlah hambatan dan proses gelar perkara bersama Direktorat Reskrimsus Polda Sulut, statusnya akhirnya naik ke tahap penyidikan pada 5 September 2024.
Namun, ketika proses hukum masih berjalan dan koordinasi audit kerugian negara dengan BPKP Perwakilan Sulawesi Utara sedang dilakukan, Vicky Aristo Katiandagho menerima keputusan pemindahan tugas. Ia akhirnya dimutasi ke Polres Kepulauan Talaud pada 9 Oktober 2024.
Mutasi itu memicu tanda tanya bagi Vicky Aristo Katiandagho. Ia merasa ada kejanggalan, mulai dari statusnya sebagai anggota Gakkumdu saat Pilkada 2024 hingga posisinya yang sedang menangani perkara korupsi dengan perhatian publik tinggi.
Ia mengaku sempat menyampaikan surat langsung kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, tetapi hingga akhirnya memutuskan mundur, tidak ada jawaban yang diterima.
Menurut Vicky Aristo Katiandagho, sepanjang dinas, dirinya tidak pernah tercatat melakukan pelanggaran disiplin maupun etik.
Kasus yang diusutnya sendiri disebut menyentuh pihak-pihak penting di Kabupaten Minahasa.
"Saya sedang menangani kasus, menangani perkara yang mengundang atensi publik yaitu perkara korupsi yang terjadi di Kabupaten Minahasa yang melibatkan orang-orang penting di Kabupaten Minahasa," ujarnya, dikutip Sabtu (4/4/2026).
Setelah pengunduran dirinya disetujui, Vicky Aristo Katiandagho kini memilih menjalani aktivitas baru sebagai penjual kopi. Lewat unggahan media sosial, ia menuliskan pesan yang kemudian viral.



