3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Elite PDIP Singgung Status Israel Jadi Beban Dunia

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah menyebut Israel seperti tak tersentuh hukum karena tak juga disanksi setelah negara Zionis itu menyerang pasukan perdamaian di Lebanon.

"Aksi penyerangan tentara Israel terhadap pasukan perdamaian PBB menunjukkan mereka merasa berdiri di atas hukum," kata Said melalui keterangan persnya, Sabtu (4/4).

BACA JUGA: Dipulangkan Besok, Jenazah 3 Prajurit TNI dari Lebanon Akan Mendarat di Bandara Soetta

Adapun, serangan Israel mengakibatkan delapan prajurit TNI yang bertugas dalam misi perdamaian di Lebanon menjadi korban.

Tiga dari delapan korban dinyatakan meninggal dunia, sedangkan lima sisanya masih menjalani perawatan medis di Lebanon. 

BACA JUGA: Berduka atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, HNW: Pemerintah Harus Apresiasi Mereka

Said mengatakan dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) seolah tak kuasa menahan kejahatan kemanusiaan yang di lakukan oleh Israel.

"Tragedi berulang yang dilakukan oleh Israel ini seolah mendapatkan impunitas, seperti halnya mereka melakukan kejahatan kemanusiaan di Gaza, Palestina," kata dia.

BACA JUGA: Baznas Turut Berduka atas Gugurnya Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Said mengatakan tragedi gugurnya tiga prajurit TNI dalam misi perdamaian seharusnya menjadi momentum dunia untuk tegas ke Israel.

"Bertindak lebih tegas dan nyata terhadap Israel sebagai pembuktian organisasi ini masih berfungsi," katanya. 

Dari situ, Said menyarankan Dewan Keamanan (DK) PBB, Mahkamah Internasional, dan Sekjen PBB menempuh langkah nyata, yakni:

1. Tindakan berulang Israel di Libanon dan Gaza bukti nyata atas pelanggaran Piagam PBB, dan kejahatan kemanusiaan.

Oleh sebab itu, saya menyerukan kepada Dewan HAM PBB, dan atau negara negara berdaulat untuk mengajukan Israel ke Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court/ICC) atas kejatahan Israel yang memenuhi empat unsur skelaigus:

a.The crime of genocide (genosida), diatur dalam Pasal 6 Statuta Roma;

b.Crimes against humanity (kejahatan terhadap kemanusiaan), diatur dalam Pasal 7 Statuta Roma;

c.War crimes (kejahatan perang), diatur dalam Pasal 8 Statuta Roma;

d.The crime of aggression (agresi), khusus mengenai kejahatan agresi belum diatur lebih rinci dalam Statuta Roma,[8] dan Mahkamah akan melaksanakan yurisdiksi setelah suatu ketentuan diadopsi sesuai dengan Pasal 121 dan 123 Statuta Roma

2. Menuntut pertanggungjawaban langsung Israel atas terbunuhnya tiga prajurit TNI dan lima lainnya terluka dalam bentuk; (1) pengukuan tindakan penyerangan tersebut dan, (2) permintaan maaf dalam forum resmi di PBB, (3) menyatakan siap bertanggungjawab melalui mekanisme peradilan oleh ICC

3. Keberadaan Israel telah menjadi beban dunia, menyerukan berbagai negara untuk memutuskan hubungan diplomatik dan kerjasama berbagai bidang dengan Israel.

Mengisolasi Israel dalam hubungan dengan berbagai bangsa bangsa di dunia.

Beberapa negara di Eropa yang semula menjadi mitra baik Israel telah melakukan hal ini, saya mengapresiasi langkah pemerintah di Spanyol yang menarik dubesnya dari Israel, Perancis dan Denmark yang menolak penjualan senjata ke Israel, dan sejumlah negara lainnya memutuskan hubungan diplomatik

4. Pada 12 September 2025 Majelis Umum PBB telah bersidang yang mengambil sikap atas solusi dua negara, Palestina dan Israel sebagai dua negara yang berdiri.

Pengakuan Palestina sebagai negara berdaulat ini oleh142 anggota Majelis Umum PBB dari 193 negara yang hadir.

Dengan demikian Sekjen dan Dewan Keamanan PBB harus sesegera mungkin untuk melaksanakan keputusan tersebut.

Langkah ini untuk mengantisipasi tindakan Israel yang berdiri atas doktrin terkutuk, yang merasa sebagai bangsa terpilih, dan merasa wilayah Israel dan sekitarnnya sebagai tanah yang di janjikan, sehingga mereka merasa berhak mendirikan perluasan kekuasaan Israel.

5. Bangsa Yahudi dan sejarah Negara Israel memang penuh dengan sejarah kekerasan, bahkan nabi-nabi saja dibunuh.

Nabi Zakaria AS & Nabi Yahya AS, dibunuh karena menyampaikan pesan Allah SWT yang bertentangan dengan kepentingan penguasa.

Nabi Yesaya AS, Yeremia AS, dan Amos AS, dibunuh dan dianiaya karena menentang penyimpangan agama, korupsi politik, dan ketidakadilan. 

Kalau mereka menjadi bangsa terpilih, harusnya mereka menyuci dosa masa lalu dengan pertobatan.

Membawa keadilan dan rasa kemanusiaan di masa kini. Rakyat Israel harus menuntut pemerintahnya melakukan hal ini, atas mereka akan semakin dikucilkan oleh dunia, apalagi di media sosial sentimen terhadap Israel dan Yahudi makin meluas. (ast/jpnn)

Yuk, Simak Juga Video ini!

BACA ARTIKEL LAINNYA... 4 Prajurit TNI Masih Dirawat Seusai Serangan di Lebanon


Redaktur : Dedi Sofian
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tugas Khusus Gelandang PSM Gledson Paixiao Matikan Pemain Kunci Persis Solo Dejan Tumbas
• 6 jam laluharianfajar
thumb
Diduga Lecehkan Penumpang, Pengemudi Taksi Online Cabul Ditangkap di Depok
• 23 jam laludisway.id
thumb
Viral, Cristiano Ronaldo Ucap Bismillah Sebelum Cetak Gol Penalti bagi Al-Nassr
• 34 menit lalutvonenews.com
thumb
Lahir Terbungkus Ari-Ari Mirip Anak Gajah, Bayi Ini Menjelma Jadi Jenderal Nomor 1 TNI AD
• 10 jam laluokezone.com
thumb
Begini Persiapan Pemakaman Kapten Zulmi di TMP Cikutra Bandung
• 59 menit lalujpnn.com
Berhasil disimpan.