Wapres dan Mendikdasmen lepas 150 alumni LPDP Pejuang Digital

antaranews.com
3 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti melepas 150 alumni Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) untuk bertugas mempercepat transformasi digital di sekolah dasar di wilayah 3T melalui Program Pengabdian Alumni Pejuang Digital.

Wapres Gibran dalam pernyataan tertulis di Jakarta, Sabtu, menyatakan teknologi bukan sekadar alat bantu saja, melainkan penentu arah masa depan pendidikan Indonesia.

Ia mendorong agar kesenjangan digital di dunia pendidikan segera dijembatani secara nyata.

Baca juga: Wapres lepas Pejuang Digital untuk pendidikan di wilayah 3T

Ia menekankan pentingnya inovasi metode pembelajaran, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, terluar (3T) agar proses belajar lebih efektif dan menyenangkan dengan dukungan teknologi.

“Jika pembelajaran terasa membosankan, kita harus menemukan metode yang lebih menarik. Semua harus bisa dibuat menyenangkan. Apalagi, saat ini tersedia Interactive Flat Panel dari Bapak Presiden. Saya berharap teman-teman dapat membantu mengenalkan dan mendampingi pemanfaatannya,” katanya.

Wapres menyampaikan pesan yang lebih dalam dari sekadar agenda penguatan digital pendidikan bahwa beasiswa negara bukan hadiah yang berhenti di gedung wisuda.

Ketika negara telah berinvestasi pada seseorang, lanjutnya, saatnya investasi itu dikembalikan, bukan dalam bentuk laporan, melainkan lewat dampak yang bisa dirasakan langsung oleh siswa di daerah yang kadang luput dari perhatian.

Kehadiran para peserta Alumni Pejuang Digital yang merupakan Alumni LPDP di wilayah 3T, kata Wapres, adalah bagian dari gerakan bersama untuk memastikan pemerataan kualitas pendidikan tidak lagi sekadar jadi slogan.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama LPDP, Sudarto memaparkan lembaganya telah mendukung puluhan ribu penerima beasiswa dari berbagai jenjang pendidikan, dengan komitmen kuat pada perluasan akses, termasuk daerah afirmasi yang kerap tertinggal dalam arus pembangunan.

“Yang terpenting adalah memastikan bahwa para alumni kembali dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujar Sudarto.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan program beasiswa tidak bisa diukur dari angka lulusan atau indeks prestasi semata.

Baca juga: Mencari pejuang terbaik hadapi tantangan HAM 5 tahun ke depan

Baca juga: Kemkomdigi alokasikan anggaran 2025 untuk akses digital di wilayah 3T

Yang jauh lebih penting, kata dia, adalah bagaimana kontribusi alumni dalam menjawab permasalahan di lapangan.

Ia menjelaskan Program Alumni Pejuang Digital merupakan sebagai salah satu wujud nyata dari filosofi itu. Program ini juga memperluas pola kolaborasi LPDP dengan berbagai instansi, yaitu Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).

Saat ini, kata dia, program Alumni Pejuang Digital diarahkan secara khusus untuk memperkuat transformasi digital pendidikan melalui Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) atau Papan Interaktif Digital (PID).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Zendaya Ungkap Momen Merasa Yakin Tom Holland Adalah Pria yang Tepat
• 19 jam lalukumparan.com
thumb
Min Aung Hlaing Resmi Jadi Presiden Myanmar
• 4 jam lalutvrinews.com
thumb
Bupati Luwu Utara Andi Rahim Perpanjangan Kontrak PPPK Tenaga Pendidik
• 17 jam laluharianfajar
thumb
Kayu Hanyut Bencana Banjir di Aceh-Sumut Dimanfaatkan jadi Material Huntara
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
72 Siswa di Jakarta Timur Keracunan, Pramono: Diduga dari Makanan Spageti SPPG
• 9 menit lalukompas.com
Berhasil disimpan.