72 Siswa di Jakarta Timur Keracunan, Pramono: Diduga dari Makanan Spageti SPPG

kompas.com
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengungkapkan sebanyak 72 siswa di Jakarta Timur mengalami keracunan makanan yang diduga berasal dari menu spageti yang disediakan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

“Ada dampak dari makanan yang disiapkan oleh SPPG di lokasi Pondok Kelapa 2. Saya tadi sudah melihat sebagian besar yang korban terdampak memang diduga dari makanan spagetinya,” ucap Pramono usai menjenguk korban di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (4/4/2026).

Baca juga: Pramono Tinjau Siswa Keracunan Makanan di RSKD Duren Sawit, Total Korban 54 Orang

Pramono menjelaskan, kasus keracunan ini terjadi di empat sekolah di wilayah Pondok Kelapa, yakni SMA 91, SDN Pondok Kelapa 01, SDN Pondok Kelapa 09, dan SDN Pondok Kelapa 07.

Para siswa yang terdampak saat ini dirawat di sejumlah rumah sakit, di antaranya RSKD Duren Sawit, RS Pondok Kopi, dan RS Harum.

Ia menyebutkan, gejala yang dialami para korban umumnya berupa demam, mual, muntah, hingga diare.

Baca juga: Pramono Wajibkan Gedung Lebih dari 4 Lantai Terhubung CCTV Pemprov DKI

“Gejalanya rata-rata demam, panas, mual, muntah, diare,” kata dia.

Meski demikian, Pramono memastikan kondisi para siswa saat ini berangsur membaik.

“Alhamdulillah kondisinya sekarang semuanya stabil, recovery, mudah-mudahan satu dua hari sudah selesai semua,” kata dia.

Terkait pembiayaan, Pramono menegaskan siswa yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan akan mendapatkan penanganan yang sepenuhnya ditanggung.

Baca juga: Coba Pak Pramono Sehari Aja Tidur di Sini, Pasti Enggak Betah

Sementara itu, bagi korban yang tidak tercakup BPJS, biaya pengobatan akan ditanggung oleh pihak penyedia makanan, yakni BGN.

“Yang tidak dicover oleh BPJS Kesehatan, BGN menyatakan akan bertanggung jawab untuk itu,” kata Pramono.

Ia juga menekankan penanganan kasus ini melibatkan koordinasi cepat antara berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, Pemprov DKI Jakarta, hingga dinas terkait seperti Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan.

Baca juga: Pramono Klaim Tumpukan Sampah Jakarta Sudah Diangkut ke TPST Bantargebang

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Menurut Pramono, program makan bergizi gratis yang menjadi bagian dari kebijakan pemerintah pusat tetap didukung penuh oleh Pemprov DKI Jakarta, dengan catatan pengawasan harus diperketat agar kejadian serupa tidak terulang.

“Untuk makan bergizi gratis ini kan diatur oleh pemerintah pusat. Kami sepenuhnya memberikan support dukungan untuk itu kalau memang ada. Jadi saya datang secara khusus bukan apa-apa karena saya pengin anak-anak yang terdaftar sebagai siswa di Jakarta ini segera tertangani dengan baik,” kata Pramono.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Keji! Nenek 77 Tahun di Riau Tewas Bersimbah Darah Dibunuh Cucu
• 21 jam laludetik.com
thumb
Uang DP Dinyatakan Hangus Akibat Gagal Bayar Cicilan, Bagaimana Hukumnya dalam Agama Islam?
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Minibus di Bogor Tertabrak Kereta, Diduga Sopir Tak Konsentrasi Saat Mengemudi | BERITA UTAMA
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Apa Itu Hari Dharma Samudera TNI AL? Sejarah dan Makna Pertempuran Laut Aru 1962
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Jadwal TKA SD dan SMP 2026 Resmi Ditetapkan, Pelaksanaan Mulai Senin
• 33 menit lalubisnis.com
Berhasil disimpan.