TABLOIDBINTANG.COM - Laura Basuki mengungkapkan kesan mendalam usai menjalani proses syuting film Yohanna di Pulau Sumba pada April 2022. Selain tantangan peran, suasana alam dan kehangatan warga setempat menjadi pengalaman tak terlupakan baginya.
Laura menceritakan momen pertamanya menginjakkan kaki di Sumba. Ia mengaku langsung jatuh hati dengan keindahan sekaligus keramahan masyarakat lokal.
"Baru pertama kali. Bikin ketagihan banget karena mereka bukan cuma pemandangan yang bagus tapi juga kehangatan orang-orangnya," ungkap Laura, di XXI Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Jumat (3/4).
Selama proses produksi, pemeran yang juga meraih Best Actress Asian Film Festival 2025 ini belum sempat menjelajahi seluruh sudut Sumba. Ia mengaku masih menyimpan keinginan untuk kembali suatu hari nanti.
"Banyak tempat-tempat yang aku belum sempat eksplor, kayak ada air terjunnya, pantainya. Pengen sih one day balik lagi ke sana," tuturnya.
Di sela jadwal syuting, Laura memanfaatkan waktu luang untuk berinteraksi dengan warga. Salah satu pengalaman yang paling membekas adalah saat mengunjungi para penenun kain tradisional.
"Aku sempat datang ke ibu-ibu yang bikin kain-kain. Kain-kain Sumba tuh bagus banget, sempat belanja kain, sempat ketemu dengan ibu-ibu penenun di sana," ceritanya.
Tak hanya budaya, kuliner lokal juga menjadi daya tarik tersendiri bagi aktris berdarah Indonesia-Jerman tersebut. Ia kerap menghabiskan waktu istirahat dengan menikmati hidangan laut sambil berbincang santai bersama warga.
"Makanannya juga... oh ya, makanan di sana banyak seafood. Jadi di sana kebanyakan cuma ngobrol-ngobrol sama ibu-ibu pas lagi istirahat," kata Laura sambil tersenyum.
Ia juga menilai Sumba sebagai lokasi yang sangat mendukung kebutuhan visual perfilman. "Kamera asal aja semuanya photogenic gitu di sana," ujarnya.
Dalam film Yohanna, Laura memerankan seorang suster Katolik muda yang menjalankan misi kemanusiaan di Sumba setelah bencana Badai Tropis Seroja. Perjalanan tersebut berubah menjadi penuh tantangan ketika bantuan yang dibawanya dirampas, memaksanya berhadapan langsung dengan realitas sosial yang keras sekaligus menguji keyakinannya.
Film ini disutradarai oleh Razka Robby Ertanto dan merupakan hasil kolaborasi produksi lintas negara antara Indonesia, Inggris, dan Italia. Karya tersebut juga telah meraih sejumlah penghargaan di festival film internasional. Yohanna dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 9 April 2026.




