JAKARTA, KOMPAS.com – Sebanyak 72 siswa di Jakarta Timur mengalami keracunan setelah diduga mengonsumsi menu makan bergizi gratis (MBG) yang dibagikan pada Kamis (2/4/2026).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut para korban, yang mayoritas merupakan siswa sekolah dasar (SD), mengalami gejala seperti mual, muntah, diare, hingga demam.
Baca juga: 72 Siswa di Jakarta Timur Keracunan, Pramono: Diduga dari Makanan Spageti SPPG
“Yang dirawat ada 72 di tiga rumah sakit tadi. Gejalanya rata-rata demam, panas, mual, muntah, diare. Itu gejalanya,” ucap Pramono usai menjenguk korban di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (4/4/2026).
Pramono menjelaskan, seluruh korban yang berasal dari empat sekolah mengonsumsi menu MBG yang sama dari satu dapur Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG).
Menu yang dibagikan saat itu adalah spageti.
Baca juga: Pramono Tinjau Siswa Keracunan Makanan di RSKD Duren Sawit, Total Korban 54 Orang
“Ada dampak dari makanan yang disiapkan oleh SPPG di lokasi Pondok Kelapa 2. Saya tadi sudah melihat sebagian besar yang korban terdampak memang diduga dari makanan spagetinya,” ucap Pramono.
Saat ini, seluruh korban telah dirujuk ke tiga rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis intensif.
Pemerintah memastikan penanganan dilakukan secara cepat melalui koordinasi lintas instansi.
Baca juga: 4 Pekerja Tewas di Proyek Gedung Simatupang, Diduga Keracunan Gas
Terkait pembiayaan, Pramono memastikan siswa yang terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan akan ditanggung sepenuhnya.
Sementara bagi yang tidak terdaftar, biaya pengobatan akan ditanggung oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
“Untuk pembiayaan, kalau yang mereka terdaftar di dalam BPJS Kesehatan, maka sepenuhnya akan dikaver oleh BPJS Kesehatan. Yang tidak dicover oleh BPJS Kesehatan, BGN menyatakan akan bertanggung jawab untuk itu,” kata Pramono.
Baca juga: BGN Minta Maaf atas Peristiwa Keracunan MBG di Kudus
Pramono berharap seluruh siswa yang terdampak segera pulih.
“Penanganannya sudah alhamdulillah, penanganan sudah berjalan dengan baik. Mudah-mudahan anak-anaknya segera sehat kembali,” kata Pramono.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang