Pemerintah Kabupaten Gunungkidul mengungkap rencana pembangunan sirkuit balap di Kalurahan Pacarejo, Kapanewon Semanu, yang sempat disiapkan beberapa tahun lalu hingga kini belum terealisasi. Keterbatasan lahan dan prioritas anggaran menjadi kendala utama.
Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif Pemuda dan Olahraga Gunungkidul, Antonius Hary Sukmono, mengatakan pemerintah daerah sebelumnya telah mencanangkan pembangunan sirkuit sebagai fasilitas pendukung atlet otomotif.
“Memang beberapa waktu lalu Pemkab Gunungkidul sudah mencanangkan pembangunan sirkuit. Namun kemudian ada kebijakan dan prioritas lain sehingga belum bisa kita wujudkan,” ujar Hary saat ditemui di GOR Amongrogo, Yogyakarta, Rabu (1/4).
Ia menjelaskan, pada tahap awal pemerintah telah melakukan pengadaan tanah serta menyiapkan dokumen Detail Engineering Design (DED) untuk proyek tersebut.
Namun, rencana pembangunan tidak berlanjut karena luas lahan dinilai belum memadai untuk kebutuhan sirkuit.
“Kita sudah pengadaan tanah dan menyiapkan DED, tapi lahannya dirasa kurang luas sehingga belum bisa dieksekusi,” jelasnya.
Lahan yang sebelumnya disiapkan untuk proyek sirkuit tersebut kini telah digunakan untuk pengembangan kampus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di Gunungkidul.
Meski belum terealisasi, kebutuhan fasilitas latihan balap motor di Gunungkidul masih menjadi perhatian, terutama seiring munculnya atlet-atlet potensial dari daerah tersebut, salah satunya pembalap muda Veda Ega Pratama yang kini berkiprah di level Moto3.
“Prestasi Veda menjadi kebanggaan masyarakat Gunungkidul dan bisa menjadi inspirasi untuk melanjutkan kembali rencana pembangunan sirkuit,” katanya.
Terkait kemungkinan realisasi, Hary menyebut pembangunan sirkuit masih bergantung pada kebijakan anggaran dan keputusan pimpinan daerah.
“Kalau dalam waktu dekat, kita masih perlu komunikasi dengan berbagai pihak. Kondisi keuangan daerah juga sedang tidak mudah, sehingga ini kembali pada kebijakan anggaran antara bupati dan DPRD,” ujarnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat maupun swasta, untuk mewujudkan fasilitas olahraga tersebut.
“Kami tentu sangat terbuka jika ada pihak yang bisa membantu memfasilitasi. Nanti bentuk kolaborasinya bisa dirumuskan bersama,” ujar Hary Sukmono.





