Peneliti Celios Bhima Yudhistira Mengaku Diancam Disiram Air Keras

kompas.tv
23 jam lalu
Cover Berita
Direktur Eksekutif CELIOS Bhima Yudhistira membahas turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia serta hasil baik lelang surat utang negara (SUN) yang disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani dalam program Kompas Petang KompasTV, Selasa (18/3/2025). (Sumber: Tangkapan Layar YouTube KompasTV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies atau Celios Bhima Yudhistira mengaku mendapat teror digital berupa ancaman penganiayaan hingga pembunuhan.

Bhima mengungkapkan, teror tersebut diterimanya melalui pesan di akun media sosial pribadinya pada 31 Maret 2026.

“Awalnya tanggal 31 Maret 2026 muncul banyak sekali pesan di akun sosial media pribadi. Intinya melakukan ancaman, dan ancamannya sudah mengarah pada ancaman penganiayaan, misalnya mengancam menyiram air keras, tapi juga mengancam yang sebenarnya masuk kategori ancaman pembunuhan ya,” kata Bhima dilaporkan Jurnalis Kompas TV Thfifal Solesa Waldi pada Sabtu (4/4/2026).

“Dan saya kira ini menjadi salah satu sinyal bahwa memang kewaspadaan kehati-hatian harus terus ditingkatkan.”

Baca Juga: Mendikdasmen Bantah WFH Diterapkan karena Krisis: Arahan Presiden agar Kita Budayakan Hidup Hemat

Selain dirinya, Bhima menuturkan, Celios juga menerima ancaman serupa usai melayangkan gugatan atas perjanjian dagang Indonesia-Amerika Serikat ke Pengadailan Tata Usaha Negara Jakarta.

“Ada banyak sekali rekan-rekan yang melaporkan mendapat intimidasi. Nah, intimidasinya dari serangan digital yang masif dalam satu dua bulan terakhir,” ucap Bhima.

"Terutama, pasca Celios melakukan gugatan terhadap program Makan Bergizi Gratis dan juga agreement of resriprocal trade atau kerja sama Indonesia dengan Amerika Serikat. Nah, serangan ini bukan kali pertama dan kita lihat bukan hanya (menyasar) aktivis, tapi juga peneliti terutama di bidang ekonomi."

Oleh karena itu, Bhima mengingatkan Tim Celios untuk meningkatkan keamanan digital dan keamanan secara individu maupun organisasi sesuai standar operating procedur atau SOP.

“Salah satunya adalah kita meningkatkan cyber security, kemudian mewaspadai malware spyware yang ada di email yang ada di WhatsApp, dan di sosial media. Jadi, enggak bisa sembarangan klik link tanpa melihat keamanannya,” ucap Bhima.

Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Tito-Dirhantoro

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • bhima yudhistira
  • peneliti celios
  • peneliti disiram air keras
  • ancaman siram air keras
  • celios celios bhima yudhistira
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
5 Dampak Cuaca Panas Bagi Tubuh, Waspada Bisa Picu Penyakit Berbahaya Ini
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Kementerian PU Buka Lowongan Padat Karya di 12.000 Lokasi
• 2 jam laluidxchannel.com
thumb
KSAD Minta Keluarga Pasukan UNIFIL Tak Risau usai 3 TNI Gugur: Doakan Saja
• 12 jam lalukumparan.com
thumb
Keracunan MBG di Jaktim, Komisi IX Minta SPPG Pondok Kelapa Tutup Permanen
• 11 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Cegah Praktik Haji Ilegal 2026, Kemenhaj Gandeng Imigrasi Perkuat Garda Depan
• 21 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.