Percepatan Huntap dan Huntara di Sumatra Terus Dikebut

tvrinews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Christhoper Natanael Raja

TVRINews, Sumatera

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra terus mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) dan hunian sementara (huntara) guna menyediakan tempat tinggal layak bagi penyintas bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar).

Data Satgas PRR per Jumat, 3 April 2026 mencatat peningkatan jumlah huntap dan huntara yang telah rampung dibangun di tiga wilayah terdampak. 

Sebanyak 230 unit huntap telah selesai dibangun dari total rencana 35.368 unit, sementara 1.240 unit lainnya masih dalam proses pembangunan.

Di Aceh, tercatat 104 unit huntap telah rampung dari total rencana 26.418 unit, dengan 395 unit lainnya masih dalam proses pembangunan. 

Di Sumut, sebanyak 120 unit huntap telah selesai dari target 5.690 unit, dan 404 unit masih dalam pengerjaan. 

Sementara di Sumbar, 6 unit huntap telah rampung dari total rencana 3.260 unit, dengan 441 unit masih dalam tahap pembangunan.

Percepatan pembangunan huntap ini dilakukan secara paralel dengan pembangunan huntara untuk memastikan para pengungsi tidak lagi tinggal di tenda darurat. Hingga 3 April 2026, jumlah huntara yang telah selesai dibangun mencapai 17.084 unit atau sekitar 89 persen dari target 19.135 unit.

Aceh menjadi wilayah dengan jumlah pembangunan huntara terbanyak, yakni 15.259 unit dari total target 17.281 unit atau sekitar 88 persen. 

Di Sumut, sebanyak 995 unit telah rampung dari target 1.024 unit atau sekitar 97 persen. Sementara di Sumbar, seluruh target pembangunan huntara sebanyak 830 unit telah selesai.

Selain pembangunan fisik, Satgas PRR juga menyalurkan Dana Tunggu Hunian (DTH) bagi penyintas yang tidak tinggal di huntara. Bantuan diberikan sebesar Rp600.000 per bulan selama tiga bulan, sehingga setiap kepala keluarga menerima total Rp1,8 juta.

Hingga Jumat, 3 April 2026, penyaluran DTH telah mencapai 100 persen kepada 14.021 penerima di tiga provinsi. Rinciannya, sebanyak 8.099 penerima di Aceh, 4.162 penerima di Sumut, dan 1.760 penerima di Sumbar.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatra Tito Karnavian menegaskan percepatan pembangunan huntap dan huntara merupakan langkah strategis untuk memastikan penyintas mendapatkan hunian yang layak.

Ia menambahkan percepatan pembangunan huntap sangat bergantung pada kelengkapan dan kecepatan pendataan oleh pemerintah daerah. 

Hal ini penting karena terdapat dua skema pembangunan yang harus dipilih dan divalidasi oleh penerima, yakni pembangunan di lokasi semula (in situ) atau relokasi ke kawasan komunal.

"Kunci utama huntap adalah data. Saya mohon dengan segala hormat rekan bupati/wali kota, buatlah tim kecil untuk mendata rumah yang rusak berat dan hilang. Tanyakan satu per satu apakah ingin in-situ bangun sendiri dengan stimulan Rp60 juta yang diberikan dua tahap atau in-situ yang dikerjakan BNPB. Kemudian pilihan kedua dibangun di kompleks komunal,” ujar Tito dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kantor Staf Presiden, Jakarta, Rabu, 25 Maret 2026 silam.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Meta Ajukan Perpanjangan Waktu Bahas Regulasi PP Tunas dengan Komdigi Usai Panggilan Kedua
• 13 jam lalupantau.com
thumb
Timnas Indonesia Era John Herdman Banjir Pujian, Pelatih Eropa Ini Akui Skuad Garuda Mampu Sulitkan Ranking 86 Dunia di FIFA Series 2026
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
3 Jenazah Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Dijadwalkan Tiba di RI Sabtu Sore
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Tabrakan Truk Vs Motor di Kalideres Jakbar, Satu Orang Tewas
• 21 jam laludetik.com
thumb
Link Live Streaming Final Four Proliga 2026, 3 April: Laga Debut Dua Bintang Voli dari Eropa di Indonesia
• 23 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.