Jakarta, VIVA – Erika Carlina memberikan tanggapan tegas terkait polemik yang menimpa sahabatnya, Rachel Vennya. Dalam kasus ini, Erika langsung menyampaikan pesan penting agar persoalan yang melibatkan mantan suami Rachel, Niko Al Hakim alias Okin, bisa diselesaikan secara bijak.
Sejak awal, Erika menekankan pentingnya komunikasi dalam menghadapi konflik. Ia berharap semua pihak tidak mengambil keputusan sepihak, apalagi yang berdampak pada kenyamanan keluarga. Menurutnya, langkah terbaik adalah duduk bersama dan mencari jalan keluar tanpa memperkeruh suasana. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
Di tengah pernyataannya, Erika juga menyampaikan kritik tajam terhadap tindakan yang dinilai kurang pantas dari Okin.
“Eh parah lo, jual-jual rumah temen gua lo ya!” ucap Erika dengan nada emosi, dikutip dari tayangan YouTube pada Sabtu, 4 April 2026.
Tak hanya itu, ia juga mengajak agar permasalahan tidak dibiarkan berlarut-larut tanpa kejelasan.
“Ya kalo pesen saya sih kalo ada apa-apa cerita ya, cerita sini kita cari solusinya bareng-bareng,” lanjutnya.
Polemik ini bermula dari kabar bahwa rumah yang sebelumnya diberikan sebagai bagian dari kesepakatan pasca perceraian justru ingin dijual. Padahal, rumah tersebut masih ditempati oleh keluarga Rachel. Situasi semakin memanas ketika muncul informasi adanya orang asing yang datang untuk mengukur rumah tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Hal tersebut membuat Erika merasa tindakan itu tidak hanya tidak sopan, tetapi juga bisa menimbulkan ketidaknyamanan bahkan rasa takut bagi penghuni rumah. Ia pun menyoroti bahwa kondisi tersebut bisa dianggap sebagai bentuk tekanan bagi keluarga yang tinggal di sana.
“Aku nggak tau sih aku baru diceritain sama Rachel. Sebenernya aku tau ceritanya udah lama, Rachel tuh termasuk orang yang memendam semuanya jadi ketika dia udah habis kesabarannya menurut aku juga ini udah fatal ya udah keterlaluan lah,” ungkap Erika.
Menurut Erika, reaksi Rachel yang akhirnya meluapkan emosi adalah hal yang wajar. Ia menilai bahwa sahabatnya selama ini cenderung menyimpan masalah sendiri, sehingga ketika kesabaran habis, situasinya sudah berada di titik serius.





