Saham DATA Jadi Top Losers Pekan Ini usai ARB Berjilid-jilid

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Saham emiten layanan telekomunikasi dan internet yang terafiliasi Grup Djarum PT Remala Abadi Tbk (DATA) anjlok dan menjadi top losers pekan ini.

Saham DATA Jadi Top Losers Pekan Ini usai ARB Berjilid-jilid. (Foto: Remala Abadi)

IDXChannel - Saham emiten layanan telekomunikasi dan internet yang terafiliasi Grup Djarum PT Remala Abadi Tbk (DATA) anjlok dan menjadi top losers pekan ini usai merosot hingga auto rejection bawah (ARB) 15 persen berhari-hari.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham DATA memuncaki daftar saham dengan kinerja terburuk sepekan setelah anjlok 39,94 persen ke level Rp2.180 per unit per Kamis (2/4/2026).

Baca Juga:
Saham Bank Besar hingga Emiten Prajogo Jadi Sasaran Jual Asing Sepekan

Tekanan jual yang kuat membuat saham DATA melemah selama enam hari bursa berturut-turut, bahkan tiga hari beruntun menyentuh batas auto reject bawah (ARB).

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta Utama menjelaskan penurunan tajam saham DATA terjadi karena tekanan teknikal yang masih cukup kuat.

Baca Juga:
Harga Minyak Dunia Melonjak Sepekan, Dekati Level Tertinggi 4 Tahun

“DATA saat ini berada dalam fase downtrend sehingga rekomendasinya wait and see, dengan level support di 1.665,” ujar Nafan, Kamis (2/4/2026).

Dia menilai pelemahan tersebut tergolong wajar karena terjadi peningkatan suplai saham di pasar yang tidak diimbangi permintaan. Kondisi ini membuat tekanan jual lebih dominan dan mendorong harga bergerak turun.

Baca Juga:
Harga Emas Dunia Naik 4 Persen Sepekan, Konflik Timur Tengah Picu Volatilitas

“Secara fundamental, rasio price to-earnigs (P/E) dan price-to book value (PBV) DATA juga masih tinggi, bahkan saat harga sahamnya sudah turun valuasinya tetap tergolong mahal,” kata dia.

Apabila menilik data, P/E DATA 27,5 kali, di atas rata-rata industri yang berada di kisaran 16 kali.

Selain itu, kata Nafan, sentimen negatif pasar Indonesia yang masih volatil turut menekan pergerakan saham, terutama pada kelompok saham mid cap dan small cap yang belakangan mengalami tekanan cukup besar.

Dari sisi laporan keuangan, DATA mencatatkan kinerja keuangan positif sepanjang 2025 dengan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasi per 31 Desember 2025, pendapatan perseroan naik menjadi Rp430,35 miliar dari Rp348,19 miliar pada 2024, atau tumbuh sekitar 23 persen secara tahunan. Kenaikan pendapatan tersebut mendorong laba bruto meningkat menjadi Rp319,56 miliar dari Rp259,22 miliar.

Dari sisi operasional, laba usaha tercatat Rp168,28 miliar, naik dari Rp146,02 miliar pada tahun sebelumnya.

Namun, laba sebelum pajak turun menjadi Rp139,21 miliar dari Rp145,22 miliar, terutama dipengaruhi oleh lonjakan beban keuangan yang meningkat menjadi Rp15,27 miliar dari Rp3,01 miliar pada 2024

Meski demikian, laba tahun berjalan tetap tumbuh menjadi Rp105,62 miliar dibandingkan Rp99,44 miliar pada tahun sebelumnya. (Aldo Fernando)

Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga BBM Naik, Grab dan Gojek Kerek Tarif Taksi Online di Singapura
• 4 jam lalukatadata.co.id
thumb
Tak Semua Sama! Ini Ragam Aturan WFH ASN di Berbagai Daerah
• 19 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Jet Tempur F-15 AS Jatuh, Iran Buru Awaknya yang Hilang
• 6 jam laludetik.com
thumb
Berkat MBG, Panen Sayur KWT Karanganyar Mudah Terserap
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
TPK Hotel Berbintang Kaltim Turun ke 46,97%, Kunjungan Wisatawan Ikut Melemah
• 17 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.