Lebih dari 12 Jam, Pendinginan Bengkel Terbakar di Cengkareng Belum Usai, Titik Api Kembali Muncul

kompas.com
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com – Petugas pemadam kebakaran masih berjibaku melakukan pendinginan bengkel yang terbakar di Jalan Cendrawasih Raya, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (4/4/2026) siang.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi pukul 11.45 WIB, puluhan petugas masih berada di tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan pendinginan.

Terpantau sebanyak 14 mobil pemadam kebakaran masih berada di lokasi, termasuk mobil pemadam foam liquid yang digunakan untuk memadamkan api.

Baca juga: Kebakaran Bengkel di Cengkareng Sulit Dipadamkan, Banyak Oli Ikut Terbakar

Sejumlah warga berkerumun menyaksikan proses pemadaman yang telah berlangsung lebih dari 12 jam tersebut.

Anak-anak pun terlihat bermain menggunakan air dari mobil pemadam maupun foam liquid di sekitar lokasi.

Di dalam bengkel, seluruh bagian bangunan tampak hancur dan hangus terbakar.

Lantai dua dan tiga bangunan ambruk hingga atap menyentuh lantai, bahkan menimpa bangunan penjual besi tua di sebelahnya.

Sejumlah petugas layanan internet juga terlihat berada di lokasi untuk memperbaiki jaringan yang terputus akibat kabel terbakar.

Baca juga: Kebakaran Bengkel dan Gudang Spare Part di Cengkareng, 20 Mobil Damkar Dikerahkan

Jalan Cendrawasih Raya saat ini ditutup sementara. Pengendara dari arah Jalan Outer Ring Road menuju Bambu Larangan maupun sebaliknya harus memutar.

Pasalnya, ruas jalan di sekitar lokasi dipenuhi minyak dan tumpahan oli dari bengkel yang terbakar.

Dalam kurun 15 menit pantauan Kompas.com, terdapat lima sepeda motor yang nekat melintas, dan tiga di antaranya terjatuh akibat jalan licin.

Perwira Piket Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat, Sukoco, menyebut lamanya proses pendinginan disebabkan banyaknya material berbahan plastik dan cairan kimia seperti oli di dalam gudang.

Baca juga: Rumah di Koja Kebakaran, Diduga akibat Korsleting

"Untuk pendinginan saat ini prosesnya masih berlanjut, karena ini barang-barangnya terlalu banyak plastik, minyak rem dan oli. Karena memang ini gudang spare part kendaraan bermotor," ucap Sukoco saat ditemui Kompas.com di lokasi, Sabtu.

Sukoco membenarkan sebagian struktur bangunan ambruk karena tidak kuat menahan beban material dan air.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Beruntung, tidak ada petugas yang menjadi korban karena berhasil menyelamatkan diri sebelum atap ambruk total.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bukan Cuma Persib Bandung, AFC Juga Jatuhkan Sanksi kepada Ratchaburi usai Duel Panas di 16 Besar ACL 2 Gara-gara Masalah Ini
• 23 jam lalutvonenews.com
thumb
Dugaan Pencabukan Pendakwah SAM, Komisi III DPR: Terbitkan Red Notice Jika Mangkir ke Luar Negeri
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
Pemprov Sulsel Pacu Proyek Paket 1 MYP, Konektivitas Wilayah Jadi Prioritas
• 19 jam laluterkini.id
thumb
Dubes Iran Apresiasi RI Siap Jadi Fasilitator Perdamaian Amerika-Israel Vs Iran
• 20 jam lalukompas.com
thumb
Ketika Kurban Turut Mengalirkan Manfaat hingga ke Peternak Lokal
• 14 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.