Bisnis Fiber Optik Mulai Kinclong, Mitratel (MTEL) Kantongi Pendapatan Rp9,53 Triliun

idxchannel.com
5 jam lalu
Cover Berita

Bisnis sewa menara masih menjadi backbone bagi MTEL, dengan kontribusi mencapai 81,8 persen terhadap total pendapatan Perseroan.

Bisnis Fiber Optik Mulai Kinclong, Mitratel (MTEL) Kantongi Pendapatan Rp9,53 Triliun (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), atau Mitratel, baru saja merilis hasil kinerjanya di sepanjang 2025 lalu, dengan capaian pendapatan sebesar Rp9,53 triliun hingga akhir tahun. Capaian tersebut terhitung tumbuh 2,43 persen dibanding realisasi pendapatan pada 2024 lalu, yang tercatat masih sebesar Rp9,3 triliun.

Bisnis sewa menara masih menjadi backbone bagi kinerja anak usaha dari PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) ini, dengan kontribusi mencapai 81,8 persen terhadap total pendapatan Perseroan.

Baca Juga:
Dorong Pemerataan Konektivitas Digital, MTEL Raih Penghargaan di Ajang ICAII 2025

"Ini mencerminkan kekuatan model bisnis Mitratel yang resilient dan recurring. Sementara, bisnis fiber juga terus menunjukkan akselerasi pertumbuhan, dengan kontribusi (terhadap pendapatan) sebesar enam persen, dan tumbuh signifikan mencapai 18,1 persen secara tahunan," ujar Direktur Utama MTEL, Theodorus Ardi Hartoko, dalam keterangan resminya, Jumat (3/4/2026).

Dengan capaian tersebut, menurut Theodorus, sejalan dan semakin memperkuat arah MTEL menuju penyedia infrastruktur digital terintegrasi. Dari capaian pendapatan tersebut, menurut Theodorus, pihaknya mampu menyisihkan laba bersih sebesar Rp2,12 triliun, atau tumbuh tipis sebesar 0,6 persen secara tahunan (year on year/YoY). Sedangkan net profit margin berada di level 22,2 persen.

Baca Juga:
Perkuat Strategi Keberlanjutan, Mitratel (MTEL) Dorong Penggunaan PLTS di Lokasi Menara

Sementara dari sisi profitabilitas, MTEL juga berhaail membukukan EBITDA sebesar Rp7,83 triliun, atau meningkat 1,8 persen, dengan EBITDA margin yang tetap tinggi di level 82,2 persen.

"Capaian kinerja ini mencerminkan disiplin eksekusi strategi, efisiensi operasional yang berkelanjutan, serta kemampuan Perseroan dalam menjaga keseimbangan antara ekspansi dan profitabilitas," ujar Theodorus.

Baca Juga:
Gandeng ZTE, Mitratel (MTEL) Kembangkan Solusi Efisiensi Jaringan di Indonesia

Tak hanya itu, pencapaian kali ini juga disebut Theodorus dapat menegaskan ketahanan dan relevansi strategi jangka panjang dari MTEL. Dalam hal ini, Perseroan diklaim Theodorus dapat menunjukkan konsistensi dalam menjaga kinerja yang sehat dengan profitabilitas yang kuat, sekaligus memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang.

"Kami secara disiplin mengeksekusi strategi untuk mengoptimalkan bisnis menara sebagai core, serta mempercepat pengembangan fiber sebagai enabler utama ekosistem digital," ujar Theodorus.

Lebih lanjut, Theodorus juga menegaskan bahwa pihaknya bakal terus memperkuat posisi sebagai Next-Generation Tower Company melalui optimalisasi utilisasi aset, peningkatan kolokasi, serta ekspansi layanan infrastruktur digital berbasis kebutuhan pelanggan. MTEL meyakini adanya peluang pertumbuhan yang semakin besar, seiring meningkatnya kebutuhan konektivitas nasional.

"Mitratel akan terus memperluas kapabilitas sebagai mitra strategis bagi operator dan pelaku industri digital, dengan solusi infrastruktur yang efisien, scalable, dan future￾ready," ujar Theodorus.

Dari sisi operasional, hingga akhir Desember 2025, Mitratel telah mengoperasikan 40.230 menara, atau tumbuh 2,1 persen (YoY). Jumlah kolokasi meningkat signifikan menjadi 22.854 atau tumbuh 11,7 persen secara tahunan, yang mencerminkan kuatnya demand terhadap model sharing infrastructure.

Total tenant mencapai 63.084 dengan rasio tenancy meningkat menjadi 1,57x, mempertegas peningkatan produktivitas aset Perseroan. Secara keseluruhan, termasuk reseller, total tenant mencapai 65.734.

Pada lini fiber, panjang fiber billable mencapai 70.618 km atau tumbuh 15,6 persen (YoY), dengan peningkatan billable ratio menjadi 1,23x. Capaian ini menunjukkan keberhasilan Perseroan dalam meningkatkan monetisasi jaringan sekaligus memperkuat peran fiber sebagai growth engine 
baru.

"Dengan fundamental keuangan yang kuat, struktur biaya yang efisien, serta strategi ekspansi yang terarah dan disiplin, kami yakin dapat terus menjaga momentum pertumbuhan, memperkuat posisi kepemimpinan di industri, serta menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi para pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan," ujar Theodorus.

(taufan sukma)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
3 Prajurit TNI Terluka di Lebanon, Kemlu Kecam Serangan Berulang ke Pasukan Perdamaian
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
WHO Mendesak Bantuan Darurat untuk Sistem Kesehatan di Lima Negara Konflik Timur Tengah
• 6 jam lalupantau.com
thumb
Telpon Putin! Erdogan Tolak Serangan Iran dan Israel, Ingatkan Risiko Konflik Meluas
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
FPTI sebut atlet Indonesia tolak tawaran naturalisasi dari Turki
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
BGN Minta Maaf, Tanggung Biaya Korban dan Suspend SPPG Pondok Kelapa Usai Adanya Insiden Keamanan Pangan
• 4 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.