JetBlue dan United Airlines Naikkan Biaya Bagasi

tvrinews.com
5 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews, New York

Imbas Konflik Iran, Maskapai AS Penyesuaian Tarif Akibat Lonjakan Harga Bahan Bakar

Industri penerbangan Amerika Serikat mulai merasakan dampak nyata dari ketegangan geopolitik di Timur Tengah. 

JetBlue Airways dan United Airlines secara resmi mengumumkan kenaikan biaya bagasi tercatat (checked baggage) sebagai langkah mitigasi terhadap lonjakan harga bahan bakar pesawat yang melonjak hampir dua kali lipat sejak pecahnya perang di Iran.

JetBlue mengonfirmasi kenaikan tarif bagasi hingga $9 (sekitar Rp152.800) yang mulai berlaku sejak Senin 30 Maret 2026  lalu. 

Berdasarkan kebijakan baru ini, penumpang ekonomi domestik kini dikenakan biaya $39 untuk bagasi pertama, naik dari sebelumnya $35. 

Sementara itu, untuk periode perjalanan puncak (peak season) seperti libur musim semi April dan libur musim panas, tarif melonjak menjadi $49 dari semula $40.

Dalam pernyataan resminya kepada Newsweek, manajemen JetBlue menekankan bahwa langkah ini diambil untuk menjaga daya saing harga tiket dasar di tengah tekanan biaya operasional.

"Penyesuaian biaya untuk layanan opsional memungkinkan kami untuk tetap menawarkan tarif yang kompetitif sembari mempertahankan pengalaman di atas pesawat yang disukai pelanggan, termasuk kudapan gratis, Wi-Fi berkecepatan tinggi, dan hiburan di kursi," tulis perwakilan JetBlue yang dikutip Newssweek.

Tekanan Global di Selat Hormuz 

Kenaikan ini bukan tanpa alasan. Sejak serangan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari lalu, arus lalu lintas tanker di Selat Hormuz mengalami gangguan serius. 

Padahal, wilayah tersebut merupakan jalur krusial bagi seperlima pasokan minyak dunia. Data dari Argus Jet Fuel Index menunjukkan harga bahan bakar jet telah naik lebih dari 82% sejak konflik meletus.

Kondisi ini diperparah dengan penutupan wilayah udara di Timur Tengah yang memaksa maskapai mengambil rute lebih jauh, sehingga mengonsumsi lebih banyak bahan bakar.

Senada dengan JetBlue, United Airlines juga mengumumkan kenaikan sebesar $10 (sekitar Rp169.777) untuk bagasi pertama dan kedua bagi pelanggan yang bepergian ke AS, Meksiko, Kanada, dan Amerika Latin. Tarif baru ini efektif untuk tiket yang dibeli mulai Jumat 3 April 2026.

CEO United, Scott Kirby, dalam memo internalnya mengungkapkan beratnya beban industri saat ini. "Realitasnya adalah harga bahan bakar jet telah naik lebih dari dua kali lipat dalam tiga minggu terakhir. 

Jika harga bertahan di level ini, itu berarti tambahan biaya tahunan sebesar $11 miliar hanya untuk bahan bakar," jelas Kirby.

Dampak bagi Penumpang 

Meski biaya meningkat, kedua maskapai memberikan insentif bagi penumpang yang melakukan pembayaran lebih awal. JetBlue memberikan potongan $10 bagi pelanggan yang mendaftarkan bagasi melalui aplikasi setidaknya 24 jam sebelum keberangkatan.

Di sisi lain, anggota loyalitas tingkat tinggi, pemegang kartu kredit co-branded, serta personel militer aktif masih mendapatkan hak bagasi gratis. 

Namun, bagi jutaan penumpang umum, kenaikan ini menambah beban biaya perjalanan di tengah harga rata-rata bensin domestik AS yang kini menyentuh $4,064 per galon menurut data AAA.

Situasi ini mencerminkan kerentanan industri penerbangan global terhadap stabilitas politik di Timur Tengah, di mana setiap gangguan di Selat Hormuz berdampak langsung pada biaya operasional di bandara-bandara Amerika Serikat.

Editor: Redaksi TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rumor Hengkang Menguat, Guardiola Pilih Bungkam Jelang Manchester City vs Liverpool
• 1 jam lalumedcom.id
thumb
DPR Dorong Percepatan Kendaraan Listrik untuk Tekan Subsidi BBM
• 2 jam lalujpnn.com
thumb
Pengoplosan Gas Bersubsidi di Bogor Rugikan Negara Rp 13,2 Miliar/Bulan
• 22 jam laludetik.com
thumb
Deretan Mobil Rp300-400 Jutaan dengan Fitur Sultan
• 5 jam laluviva.co.id
thumb
Lagi, Iran Eksekusi Mati 2 Anggota Kelompok Oposisi Terlarang
• 3 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.