Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyinggung situasi perang di Timur Tengah saat menghadiri acara halalbihalal keluarga besar Muhammadiyah DKI Jakarta di Gedung Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat. Pramono menilai konflik yang berkepanjangan tak akan terjadi jika nilai ukhuwah benar-benar dijalankan.
Pramono menyebut bahwa ajaran tentang ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah seharusnya mampu menjadi perekat hubungan antarmanusia, termasuk antarnegara. Menurutnya, berbagai konflik yang kini masih berlangsung menunjukkan lemahnya semangat persaudaraan tersebut.
"Coba kalau ukhuwah islamiyah ini benar-benar jalan, negara-negara yang sekarang ini saling bersitegang, berantem, bertempur karena merasa persaudaraan Islam menjadi pemersatu, menguatkan kita semua," ujar Pramono di Kantor Dakwah Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Sabtu (4/4/2026).
Ia menambahkan, jika ajaran tentang persaudaraan itu dijalankan dengan sungguh-sungguh, banyak perang tak akan berlangsung lama. "Saya yakin mereka pasti harusnya kalau ajaran ini benar-benar diterapkan, mudah-mudahan perang ini tidak terlalu lama karena dampaknya terlalu panjang dan tidak ada daerah mana pun yang diuntungkan dari perang ini," ungkapnya.
Pramono menegaskan tidak ada satu pun negara yang diuntungkan dari perang berkepanjangan. Justru, kata dia, semua pihak merasakan kerugian, mulai sisi kemanusiaan, sosial, hingga ekonomi.
Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga menekankan Jakarta harus menjadi rumah bagi semua golongan. Ia memuji peran Muhammadiyah dalam menjaga kerukunan, termasuk kontribusi dalam modernisasi tradisi halalbihalal yang menurutnya telah menjadi kekuatan perekat antarumat beragama di Indonesia.
(bel/azh)





