Kisah Petani Muda Boyolali yang Penjualannya Meningkat Berkat Program MBG

idxchannel.com
2 jam lalu
Cover Berita

Petani asal Boyolali catatkan peningkatan penjualan hasil panen, dampak pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis.

Kisah Petani Muda Boyolali yang Penjualannya Meningkat Berkat Program MBG. (Foto: Badan Komunikasi Pemerintah)

IDXChannel—Simak kisah Yusron Soleh, seorang petani muda di Dusun Pasah, Boyolali, yang mengalami peningkatan penjualan hasil panen berkat pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).  

Yusron bertani di lereng Gunung Merapi, tepatnya di Kecamatan Selo, Boyolali. Sejak kecil, dia telah akrab dengan dunia pertanian, mengikuti jejak keluarganya yang lebih dulu menggantungkan hidup dari tanah.

Baca Juga:
Program MBG Hanya Makanan Segar untuk Lima Hari, Pemerintah Hemat Anggaran Rp20 Triliun

Setiap hari, Yusron mengelola lahan yang ditanami berbagai jenis sayuran. Tomat menjadi komoditas utama, namun ia juga menanam brokoli, selada, sawi sendok, hingga pakcoy. 

Hasil panennya biasanya dijual ke Pasar Cepogo, pasar tradisional yang menjadi tumpuan banyak petani di wilayah tersebut. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, Yusron merasakan perubahan signifikan. 

Baca Juga:
Setuju Efisiensi MBG yang Diusulkan BGN, Purbaya: Asal Enggak Mengurangi Kualitas Makanan

Program MBG yang digagas oleh Prabowo Subianto disebutnya membawa dampak langsung terhadap peningkatan penjualan hasil pertanian.

“Iya, berpengaruh. Untuk penjualannya sangat tinggi sekarang,” ujar Yusron saat ditemui di lahan pertaniannya, Sabtu (4/4/2026).

Baca Juga:
MBG: Program Makan atau Mesin Ekonomi yang Kita Abaikan?

Menurutnya, permintaan sayuran meningkat, terutama untuk kebutuhan dapur SPPG. Ia kini lebih sering memasok pakcoy dan selada, yang permintaannya terus naik. Kondisi ini berdampak pada harga jual yang lebih baik dibandingkan sebelumnya.

“Iya, harganya bagus. Ekonominya bisa naik,” katanya singkat.

Peningkatan tersebut bukan hanya dirasakan pada volume penjualan, tetapi juga pada stabilitas pendapatan. Yusron mengaku hasil panennya kini lebih mampu memenuhi kebutuhan keluarga kecilnya.

“Sekarang ada peningkatan. Bisa untuk mencukupi keluarga, dan nabung sedikit-sedikit,” ujarnya.

Sebagai ayah dari satu anak, Yusron melihat perubahan ini sebagai harapan baru bagi masa depan keluarganya. Ia pun berharap program tersebut tidak berhenti di tengah jalan.

“Harapannya ke depan bisa berlanjut terus,” kata Yusron.

Raut wajahnya tampak sumringah saat menceritakan perubahan yang ia alami. Baginya, perhatian terhadap sektor pertanian adalah kunci untuk meningkatkan kesejahteraan petani desa. Di akhir perbincangan, Yusron menyampaikan rasa terima kasihnya. 

“Terima kasih, Pak Prabowo. Semoga program ini terus berlanjut dan membawa manfaat lebih luas,” tuturnya.

Kisah Yusron menjadi gambaran kecil bagaimana kebijakan dapat langsung menyentuh kehidupan petani. Dari ladang sederhana di Selo, harapan itu kini mulai tumbuh bersama setiap panen yang semakin menjanjikan.


(Nadya Kurnia)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menpora Erick Perkuat Profesionalisme Lewat Pemberdayaan Perempuan dan Pemimpin Muda
• 9 jam lalujpnn.com
thumb
12 RT dan 4 Ruas Jalan di Jakarta Terendam Banjir
• 8 jam laluokezone.com
thumb
Penyiram Air Keras Bekasi Ingin Lampiaskan Dendam, tapi Tak Mau Korbannya Tewas
• 22 jam lalukompas.com
thumb
Pemotor di Kalideres Tewas Ditabrak Truk Diduga Milik TNI
• 18 jam laluliputan6.com
thumb
Baru Jangkau 10 Persen, Pemerintah Fokuskan Pemberian MBG di Pondok Pesantren
• 6 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.