Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah mempercepat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan fokus pada perbaikan pendataan dan perluasan cakupan, khususnya di lingkungan pondok pesantren. Pasalnya, hingga kini baru 10 persen pondok pesantren yang menerima MBG.
"Kalau sekolah umum sudah hampir 80 persen, pondok ini baru sekitar 10 persen. Karena itu, Kemenag dan Badan Gizi Nasional (BGN) perlu menyesuaikan pendataan," ujar Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dikutip dari siaran pers, pada Sabtu (4/4/2026).
Advertisement
"Kami konsen betul. Pondok ini kan paling memerlukan, santri-santri di situ perlu makanan yang bergizi. Ini kita akan percepat, karena pondok tadi baru 10 persen," sambungnya.
Dia menekankan bahwa pesantren menjadi kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih dalam program MBG. Sebab, para santri membutuhkan asupan gizi yang memadai dan program tersebut akan dipercepat implementasinya di lingkungan pondok.
Selain pesantren, pemerintah juga akan menyempurnakan pendataan untuk berbagai jenis madrasah, dan sekolah berbasis agama di bawah naungan Kementerian Agama. Terkait skema penyaluran yang disesuaikan dengan kebijakan efisiensi, Zulhas menjelaskan bahwa MBG secara umum diberikan pada hari sekolah.
"Diputuskan, MBG diberikan lima hari mengikuti hari sekolah. Untuk daerah tertentu seperti wilayah 3T atau dengan angka stunting tinggi, bisa ada penanganan khusus, misalnya tambahan satu hari jika diperlukan," ucap Zulkifli Hasan.




