Bisnis.com, SAMARINDA — Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan menghadapi pemotongan anggaran drastis hampir 50% di tahun 2026, yaitu dari Rp65 miliar menjadi hanya Rp34 miliar.
Kepala Disdag Balikpapan Haemusri menyatakan pemangkasan anggaran berdampak signifikan terhadap program pelayanan masyarakat.
"Anggaran kami berkurang signifikan, hampir 50%. Kegiatan kami itu yang langsung bersentuhan dengan masyarakat, contohnya pasar murah, kemudian beberapa pemeliharaan terkait dengan sarana perdagangan, itu yang kami lakukan. Nah, sifat efisiensinya pasti ada," ujarnya baru-baru ini.
Lebih jauh Haemusri menegaskan bahwa di tengah keterbatasan tersebut, instansinya sama sekali tidak mengalokasikan dana untuk pembangunan infrastruktur baru.
"Tidak ada pembangunan fisik, hanya pemeliharaan rutin. Itu pun anggarannya hanya Rp3,5 miliar untuk mengelola 12 pasar," katanya.
Alih-alih membangun, Disdag kini memusatkan daya pada program-program yang mendukung Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID), khususnya mengadakan pasar murah dan pangan murah yang dinilai sebagai kebutuhan mendesak warga.
Baca Juga
- Embarkasi Balikpapan Siap Lepas 5.812 Jamaah Haji 2026
- Mudik Lebaran Picu Lonjakan Transaksi SPKLU PLN Kaltimra Hingga 118%
- IKN Ambil Seperempat Juta Hektare Lahan, Kaltim Susun RTRW Terbaru
"Idealnya, untuk membantu masyarakat, pasar murah harus digelar setiap bulan. Kami juga melibatkan peran distributor agar mereka tidak hanya mengejar profit, tetapi juga menjalankan fungsi sosial bagi masyarakat," katanya.
Dari total pagu Rp34 miliar, sekitar Rp30 miliar terserap untuk belanja rutin berupa gaji pegawai.
Sementara itu, dia mengungkapkan anggaran perjalanan dinas pun tidak luput dari gunting efisiensi, dipangkas 50% dari Rp300 juta menjadi hanya Rp150 juta.
Di sisi lain, Haemusri mengingatkan pelaku usaha menengah dan besar agar tidak lagi menggunakan elpiji bersubsidi 3 kg.
"Nah, ya khusus yang para pelaku usaha besar ya jangan menggunakan elpiji 3 kilogram, tapi gunakanlah gas elpiji yang sudah sesuai dengan standar pemakaian bagi para pelaku usaha yang sudah menengah ke atas," pungkasnya.





