Rencana pemerintah untuk menerapkan kembali kebijakan Work From Anywhere (WFA) dan Work From Home (WFH) untuk penghematan energi, mendapat sambutan positif dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Timur. Karena kebijakan ini dinilai sebagai peluang baru untuk sektor perhotelan.
Menurut Dwi Cahyono Ketua PHRI Jatim, berkaca pada pengalaman pandemi Covid-19 lalu, tren bekerja dari mana saja justru bisa meningkatkan tingkat hunian hotel.
“Pengalaman saat pandemi dulu, kebijakan WFH justru membawa peningkatan. Kita harus kreatif menciptakan ruang kerja di hotel agar tamu merasa nyaman bekerja dari mana saja,” kata Dwi, saat dikonfirmasi suarasurabaya.net pada Sabtu (4/4/2026).
Meski tujuan utama WFH kali ini adalah untuk menghemat BBM dengan mengurangi mobilitas ke kantor, kebutuhan untuk koordinasi dan rapat tatap muka tetap tidak bisa dihindari. Sehingga, PHRI Jatim mengambil peran mengisi kebutuhan itu.
“Meskipun kerjanya dari rumah, kadang tetap butuh konsolidasi atau meeting. Kami menyiapkan tempat yang tidak jauh dari lokasi kantor atau rumah para karyawan agar mereka bisa berkumpul di satu tempat yang representatif,” imbuhnya.
Sementara itu, menyikapi tren ini PHRI Jatim, mulai mengimbau para anggotanya untuk kembali menyiapkan infrastruktur pendukung kerja.
Mulai dari ruang meeting kapasitas kecil, fasilitas pendukung rapat yang lengkap, serta paket WFH yang meliputi paket menginap sekaligus bekerja seperti yang pernah sukses diterapkan saat pandemi lalu.
Adapun, PHRI Jatim memberikan dukungan penuh terhadap langkah pemerintah dalam menekan penggunaan energi. Dwi juga menginstruksikan seluruh anggota PHRI untuk mulai menerapkan efisiensi secara internal.
“Kami mengimbau anggota untuk berhemat energi, mulai dari penggunaan listrik, BBM, hingga LPG. Apapun kebijakan pemerintah, kita dukung sepenuhnya,” tutupnya. (kir/saf/faz)




