Pameran Living Eden, Refleksi Alam Karya Seniman Lintas Generasi

kompas.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS — Pameran seni rupa bertajuk ”Living Eden” di Neo Gallery, Masterpiece Building, Tanah Abang, Jakarta Pusat, yang dibuka pada Sabtu (4/4/2026) menghadirkan karya seniman lintas generasi. Pameran lukisan mengenai keindahan alam Indonesia ini akan berlangsung hingga 25 April 2026.

Kurator pameran, Anna Sungkar, menjelaskan, tema keindahan alam diangkat sebagai ruang refleksi estetik dan kultural yang dicurahkan dalam kanvas. Judul ”Living Eden” menjadi titik refleksi antara romantisisme klasik dan pembacaan kritis terhadap sejarah seni rupa Indonesia, termasuk konsep Mooi Indie yang pernah mengidealkan keindahan alam tanpa menyentuh realitas sosial di baliknya.

Namun, dalam dinamika kritik terhadap seni lukis, khususnya terkait tema lanskap yang pernah dianggap kurang merepresentasikan realitas Indonesia, ia melihat bahwa keindahan tetap memiliki tempat tersendiri di hati kolektor dan publik.

”Ini adalah sesuatu yang sangat indah, tidak hanya pada karya, tetapi tentang bagaimana spiritual yang tertanam dalam karya ini,” kata Anna di Neo Gallery, Sabtu.

Lebih jauh, ia membaca karya-karya dalam pameran ini sebagai pesan ekologis. Alam yang dihadirkan, melalui flora, fauna, naturalisme, dan realisme dalam kanvas, bukan hanya untuk dinikmati, melainkan juga untuk direnungkan.

Apakah ada sesuatu yang tidak benar dalam ekosistem seni rupa Indonesia?

Adapun pameran ini melibatkan sejumlah seniman kontemporer, yakni Akbar Linggaprana, Bambang Sudarto, Chusin Setiadikara, Inda C Noerhadi, Iryanto Hadi, Ni Nyoman Sani, P Lanny Adriani, Pardoli Fadli, Prabu Perdana, Putu Sutawijaya, R. E. Hartanto, Siont Teja, Syakieb Sungkar, dan Tommy F Awuy.

Pameran juga menampilkan sejumlah karya para maestro seni lukis Indonesia, seperti Affandi, Basoeki Abdullah, Dullah, Hendra Gunawan, Henk Ngantung, Lee Man Fong, S. Sudjojono, Theo Meier, Widayat, Wilhelmus Jean Frederic Imandt, serta partisipasi istimewa dari Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden ke-6 Republik Indonesia.

Melalui keterlibatan para perupa lintas generasi, lanjut Anna, pameran ini menghadirkan beragam pendekatan artistik, mulai dari realisme hingga ekspresionisme, yang saling berdialog dan memperkaya pemaknaan tentang lanskap.

Total ada 48 karya seni lukis yang dipamerkan mulai dari yang bergaya kontemporer hingga yang lebih klasik. Setiap seniman menghadirkan perspektif uniknya masing-masing, perbedaan justru menjadi kekuatan utama pameran ini.

”Kita akan melihat bermacam-macam karya di sini. Setiap seniman membawa cara yang berbeda,” ujar Anna.

Baca Juga40 Perupa KG Gelar Pameran di BBJ

Pemilik Neo Gallery, Stefanus Randy Oenardi Raharjo, menuturkan bahwa melalui pameran, komunitas seni rupa diajak merefleksikan praktik berkarya para seniman masa kini sekaligus menengok kembali kontribusi para maestro yang dahulu banyak mengangkat tema lanskap.

”Karenanya Neo Gallery menyertakan koleksi para maestro yang dimilikinya agar masyarakat dapat membandingkan keindahan karya old master dan kemajuan karya kontemporer,” ujar Stefanus.

Lewat pameran ini, Neo Gallery juga mengajak masyarakat luas untuk kembali memaknai relasi manusia dengan alam di tengah dinamika zaman. Di saat yang sama, pameran ini menegaskan bahwa seni lukis tetap memiliki peran penting sebagai medium refleksi, ruang dialog, dan jembatan keberlanjutan tradisi.

Kolektor sekaligus pengacara, Daniel Ginting, menilai, pameran ini bukan sekadar perayaan visual, melainkan refleksi mendalam tentang hubungan manusia dengan alam, emosi, dan spiritualitas. Keindahan alam tidak hanya hadir dalam bentuk yang kasatmata, tetapi juga dalam dimensi rasa dan pengalaman batin.

Baca JugaPameran Seni Rupa dan Lelang Lukisan untuk Bencana Sumatera

Menurut Daniel, seni memiliki kekuatan untuk menghidupkan kembali akar budaya dan lingkungan tropis Indonesia. Namun, dalam mewujudkan seni itu, penting adanya dialog lintas generasi agar seni rupa Indonesia tetap berkembang dan relevan dengan perkembangan zaman.

”Seniman itu tidak boleh lepas dari apa yang terjadi di masyarakat,” kata Daniel.

Pasar seni

Di sisi lain, Daniel menyoroti posisi seni rupa Indonesia di kancah global. Dia membandingkan performa pasar seni Indonesia dengan Vietnam yang dinilainya lebih unggul dalam hal nilai jual dan konsistensi harga.

Dalam pasar seni global, rata-rata harga karya seniman Vietnam pada tahun 2025 adalah 1,2 juta dolar AS, sementara Indonesia di bawahnya, 986.000 dolar AS.

”Ini bukan untuk saling membandingkan secara negatif, melainkan siap apun yang mencintai seni Indonesia rasanya tergelitik. Kenapa sih? Apakah ada sesuatu yang tidak benar dalam ekosistem seni rupa Indonesia?” kata Daniel.

Daniel menegaskan, persoalan ini bukan semata tentang kualitas karya, melainkan keberlanjutan ekosistem seni. Kolaborasi antarpemilik galeri, kurator, kolektor, seniman, hingga pemerintah menjadi kunci utama untuk terus menghidupkannya.

Seniman generasi muda harus mengambil peran sebagai penerus tanpa terjebak pada kejayaan masa lalu. Warisan para maestro harus menjadi fondasi, bukan batasan.

Baca JugaPameran ”STILL: Silent/World”, Refleksi Dunia dari Kesunyian melalui Gadis Kecil Gwen

Dia menegaskan bahwa seni rupa bukan sekadar komoditas, melainkan identitas bangsa yang harus dibanggakan bersama. Pameran ini menjadi langkah konkret untuk mengangkat posisi seni Indonesia di tingkat global.

”Seni rupa kita layak mendapat tempat yang lebih tinggi baik di dalam negeri dan di luar negeri,” ujar Daniel.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
AS Ancam Invasi Darat, Iran: Tak Akan Ada Pasukan Musuh Yang Selamat! | KOMPAS MALAM
• 19 jam lalukompas.tv
thumb
Viral Polisi di Minahasa Mundur Usai Dimutasi saat Tangani Kasus Korupsi, Polri Buka Suara
• 5 jam laluliputan6.com
thumb
Industri Asuransi Masih Kaji Dampak Gempa Bitung M7,6 ke Klaim
• 6 jam lalubisnis.com
thumb
Pertamina Sulawesi Jamin Stok BBM Maros Aman, Distribusi Terus Berjalan
• 9 jam laluterkini.id
thumb
Banjir Demak Meluas! 2.839 Warga Mengungsi hingga Akses Jalan Lumpuh
• 3 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.