Stok Minyakita Tipis, Bulog Segera Ajukan Tambahan Kuota DMO ke Kemendag

bisnis.com
2 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, SURABAYA – Badan Urusan Logistik (Bulog) segera mengajukan tambahan pembagian distribusi stok Minyakita kepada dirjen perdagangan dalam negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) dalam waktu dekat. Sebabnya, masih terdapat keterbatasan stok dari minyak goreng rakyat itu di banyak pasar di penjuru Tanah Air.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa distribusi Minyakita bergantung pada skema domestic market obligation (DMO) yang terbagi-bagi ke sejumlah pihak, termasuk Bulog.

Berdasarkan pantauannya, harga Minyakita seperti di Pasar Wonokromo Surabaya, sudah mengacu sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan, yakni Rp 15.700. Namun, stok Minyakita masih terpantau tipis di pasar tersebut.

"Karena untuk Minyakita, Bulog itu dapat DMO-nya 35% dari nasional. Namun, itu dari 35% juga masih dibagi tiga, yang pertama adalah Bulog sendiri 70%, ID Food 20%, kemudian Agrinas Palma 10%," paparnya.

Ahmad Rizal menjelaskan sekitar 40.000 kiloliter Minyakita yang diperoleh dari 30% porsi DMO tersebut kemudian didistribusikan ke pasar yang berstatus sebagai lokasi pemantauan harga komoditas Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) dan pasar rakyat di seluruh Indonesia.

"Nah, kondisi ini kami [Bulog] yang dari 70% [pembagian DMO Minyakita] itu, 30% DMO itu harus melayani seluruh pasar-pasar [yang dijadikan lokasi pemantauan] SP2KP dan pasar-pasar rakyat," ucapnya.

Baca Juga

  • Harga Minyakita Turun Jelang Lebaran 2026, Tapi Masih Lampaui HET
  • Distribusi Minyakita Tersendat, Kemendag Dorong Pendampingan NIB untuk Pedagang
  • Mendag Klaim Harga Ayam, Bawang Merah, dan Minyakita Stabil Jelang Lebaran 2026

Oleh sebab itu, Ahmad Rizal menyampaikan, pihaknya mengajukan penambahan kuota DMO Minyakita tersebut ke Kemendag. Ia menyebut, Bulog telah mendapatkan restu dan arahan dari Menteri Pertanian (Mentan) sekaligus Ketua Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman.

"Nah, ini kami kemarin sesuai arahan dari Bapak Menteri Pertanian selaku Kepala Bapanas untuk mengajukan tambahan [kuota distribusi] DMO [Minyakita]," sebutnya.

Lebih lanjut, Ahmad Rizal menyebut, selain keterbatasan stok di pasaran, kebutuhan minyak goreng juga melonjak seiring dengan penugasan Bulog dalam melakukan intervensi berupa penyaluran bantuan pangan kepada kurang lebih 3,3 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia.

"Bantuan tersebut adalah beras 10 kilogram dan minyak goreng 2 liter. Nah, ini agak sedikit berpengaruh khususnya [terhadap stok] minyak goreng," bebernya.

Usai mengajukan permintaan penambahan DMO Minyakita kepada kementerian, Ahmad Rizal mengatakan, Bulog akan melakukan koordinasi lebih lanjut kepada institusi terkait beserta para pemasok agar rantai pasok di tingkat hulu tidak terhambat.

"Kami akan koordinasikan lagi ke Kemendag, termasuk juga ke para distributor khususnya para produsen-produsennya sehingga nanti support minyak lebih meningkat," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jelang Hadapi PSM, Sejumlah Pemain Persis Solo Alami Keracunan Makanan
• 8 jam laluviva.co.id
thumb
Bisakah Hamil di Luar Angkasa? Studi Ini Ungkap Temuan Menariknya!
• 1 jam lalukumparan.com
thumb
Harga Avtur Melesat, Pemerintah Diminta Serius Antisipasi Kenaikan Harga Tiket Pesawat
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Jet Tempur F-15 AS Jatuh di Iran, Trump Sudah Diberi Tahu
• 8 jam laludetik.com
thumb
Pohon Tumbang di Kota Bandung Timpa Mobil, 1 Orang Tewas
• 23 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.