FAJAR, SURABAYA – Kabar mengejutkan datang dari sang Kapten Persebaya Surabaya, Bruno Moreira Soares. Dia bakal meninggalkan Green Force di akhir musim ini untuk kembali berkarier di Liga Yunani.
Kabar perpisahan ini mencuat setelah negosiasi perpanjangan kontrak antara manajemen Bajol Ijo dengan pemain asal Brasil tersebut menemui jalan buntu. Bruno dipastikan tidak akan lagi berseragam hijau-hijau setelah kompetisi musim ini berakhir, sebuah kenyataan pahit bagi pendukung setia, Bonek dan Bonita.
Informasi ini diperkuat oleh unggahan akun basis suporter @persebayafans27 yang menyebutkan bahwa kebersamaan sang “Anak Baik” dengan klub kebanggaan warga Surabaya ini akan usai pada akhir April mendatang.
“Obrigado, Bruno! Bruno resmi akan meninggalkan Persebaya akhir April ini. Kontrak Bruno berakhir 30 April 2026. Terima kasih Bruno, sukses selalu di klub barumu,” tulis akun tersebut dalam unggahan emosionalnya.
Kehilangan Sosok Vital di Lini Depan
Kepergian Bruno Moreira merupakan pukulan telak bagi skuat asuhan pelatih Persebaya. Musim ini, pemain sayap lincah bertinggi 178 cm tersebut tampil luar biasa konsisten. Dari 23 pertandingan yang telah dilakoni, Bruno sukses membukukan sembilan gol dan tiga assist.
Catatan impresif tersebut menjadikannya top skor klub, melampaui torehan gol Francisco Rivera dan Gali Freitas yang masing-masing mengoleksi enam gol. Lebih dari sekadar statistik, peran Bruno sebagai kapten tim menjadikannya ruh permainan sekaligus jembatan komunikasi di dalam lapangan.
Sang Pengembara dari Paranavaí
Lahir di Paranavaí, Brasil, pada 8 April 1999, Bruno Moreira Soares mengawali karier sepak bolanya di akademi klub raksasa Brasil, Santos FC. Bakat besarnya membawa Bruno merantau ke berbagai negara di usia muda, mulai dari Kolombia (Envigado), Korea Selatan (Ansan Greeners dan Chungnam Asan), hingga akhirnya mendarat di Indonesia.
Persebaya Surabaya bisa dibilang menjadi rumah kedua bagi Bruno. Ia pertama kali bergabung pada musim 2021/2022 dan langsung memikat hati Bonek dengan aksi individu serta ketajamannya. Namun, kecintaannya pada tantangan Eropa sempat membawanya hengkang ke klub Liga 2 Yunani, Niki Volou, pada musim 2022.
Hanya bertahan semusim di Negeri Para Dewa, kerinduan akan atmosfer GBT membuatnya kembali ke pelukan Bajol Ijo pada musim 2023. Di periode keduanya ini, Bruno tampil semakin matang dan dipercaya mengemban ban kapten. Kini, sejarah tampaknya berulang; Liga Yunani kembali menjadi tujuan pelabuhan berikutnya bagi sang penyerang sayap.
Salam Perpisahan
Ungkapan kekecewaan dan rasa kehilangan mulai membanjiri jagat media sosial pendukung Persebaya. Julukan “Si Anak Baik” yang melekat pada diri Bruno bukan tanpa alasan; ia dikenal sebagai pribadi yang santun dan sangat menghargai filosofi klub serta kecintaannya pada Kota Pahlawan.
“Sangat disayangkan si anak baik ini tidak bisa dipertahankan. Bonek Bonita akan merindukanmu, Bruno!” tulis @persebayafans27 menutup kabar tersebut.
Meskipun kontraknya berakhir 30 April 2026, Bruno diharapkan tetap memberikan performa maksimal di sisa laga musim ini sebagai kado perpisahan manis sebelum terbang kembali menuju kompetisi di Yunani. (*)





