Prabowo Temui Keluarga 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

kompas.com
7 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendatangi Gedung VIP Lounge Bandara Soekarno-Hatta, Banten, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada tiga jenazah prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon, Sabtu (4/4/2026).

Berdasarkan pantauan Kompas.com, Prabowo yang mengenakan setelan jas hitam tiba di lokasi dengan menggunakan kendaraan Maung berwarna putih.

Dia kemudian langsung memasuki gedung dengan langkah cepat dan menuju area tempat keluarga almarhum menunggu di dekat peti jenazah.

Baca juga: 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon Dianugerahi Kenaikan Pangkat Anumerta

Setibanya di dalam ruangan, Prabowo menghampiri satu per satu keluarga prajurit yang gugur. Dia menyalami mereka sambil menyampaikan dukungan moral di tengah suasana duka yang mendalam.

Dalam momen tersebut, Prabowo juga tampak mengusap kepala seorang anak dari salah satu prajurit, sebagai bentuk empati dan penguatan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Prabowo didampingi sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsuddin, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Agus Subiyanto, Menteri Luar Negeri Sugiono, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Sebelumnya, jenazah ketiga prajurit tiba di Tanah Air melalui Bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 18.00 WIB. Kedatangan mereka disambut dengan prosesi militer oleh sejumlah prajurit TNI yang telah berjajar rapi di apron bandara.

Baca juga: Tangis Keluarga Pecah Sambut Kedatangan Jenazah 3 Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon

Adapun ketiga prajurit yang gugur dalam misi perdamaian tersebut adalah Mayor (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ikhwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon.

Setelah pesawat mendarat, tiga peti jenazah yang masing-masing dibalut bendera Merah Putih diturunkan secara bergantian dengan penuh penghormatan.

Peti kemudian dibawa menuju Gedung VIP Lounge untuk disemayamkan sementara sebelum diberangkatkan ke daerah asal masing-masing.

Suasana haru langsung menyelimuti ruangan saat peti jenazah dibawa masuk. Keluarga yang telah menunggu sejak sore hari tak kuasa menahan tangis. Isak pecah ketika mereka menghampiri peti, mengusapnya, hingga memeluknya erat seolah enggan berpisah.

Baca juga: 3 Prajurit TNI Terluka di Lebanon, Anggota DPR Usul Relokasi Pos dan Evaluasi SOP

Jenazah tiga prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang gugur akibat serangan di Lebanon telah tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (4/4/2026) malam.

Beberapa anggota keluarga bahkan terlihat lemas dan harus dipapah oleh kerabat lainnya saat mendekat ke peti jenazah. Tangisan yang bersahutan mencerminkan duka mendalam atas kepergian orang-orang tercinta yang gugur dalam tugas negara.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Nuansa duka semakin terasa ketika lagu “Gugur Bunga” dikumandangkan menjelang prosesi persemayaman dan pelepasan jenazah. Para prajurit TNI yang berjaga berdiri tegak memberikan penghormatan terakhir, sementara keluarga terus larut dalam kesedihan.

Diketahui, ketiga prajurit tersebut gugur di tengah meningkatnya ketegangan di Lebanon selatan, yang dalam beberapa waktu terakhir diwarnai laporan saling serang antara militer Israel dan kelompok bersenjata di wilayah tersebut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Wakil Gubernur Jabar Berduka Atas Gugurnya Mayor Zulmi di Lebanon
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
IJTI Papua–Maluku imbau pers kedepankan jurnalisme damai di konflik Halmahera Tengah
• 12 jam laluantaranews.com
thumb
Dendam 8 Tahun Berujung Penyiraman Air Keras di Bekasi, Tetangga Jadi Otak, Eksekutor Dibayar Rp 9 Juta
• 18 jam lalukompas.com
thumb
Makhluk Dikira Punah 6.000 Tahun Ditemukan di Papua, Masih Hidup
• 4 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Makassar Olah Sampah Jadi Energi Listrik Melalui PSEL
• 2 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.