Keluarga besar Mayor Anumerta Zulmi Aditya Iskandar bersyukur jenazah dapat dipulangkan ke Indonesia. Setelah terkendala penerbangan di Lebanon, jenazah Zulmi akhirnya tiba di Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (4/4/2026) sore.
Setelah menempuh jarak sekitar 9.000 kilometer dan 20 jam penerbangan, almarhum selanjutnya akan dimakamkan di Kota Bandung, Jawa Barat, tidak jauh dari kampung halamannya di Cimahi.
Zulmi adalah satu dari tiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon, diduga akibat serangan Israel. Mereka bagian dari 756 prajurit perdamaian asal Indonesia yang bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) sejak 2025.
Almarhum yang berusia 33 tahun itu meninggalkan seorang istri bernama Habibah Apriliani serta dua anak berusia lima dan satu tahun.
Sebelum menjalani misi pasukan perdamaian, almarhum bertugas di Grup 2 Kopassus. Dia pernah menjalani lima kali penugasan ke Papua dalam beberapa tahun terakhir.
Ketiga jenazah prajurit TNI tiba di Bandara Soekarno-Hatta pukul 17.30 WIB. Selain Mayor Zulmi, dua jenazah prajurit TNI lain yang gugur di Lebanon adalah Sersan Kepala (Anm) Muhammad Nur Ichwan dan Kopral Dua (Anm) Farizal Rhomadon. Selanjutnya, ketiga jenazah disemayamkan di ruang VIP bandara.
Presiden Prabowo Subianto yang turut hadir di Bandara Soekarno-Hatta memimpin upacara penghormatan terakhir kepada ketiga prajurit TNI yang gugur di Lebanon tersebut. Presiden juga didampingi Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Luar Negeri Sugiono, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Selanjutnya dilangsungkan prosesi persemayaman dan pelepasan jenazah. Setelah itu, jenazah diterbangkan ke Bandung dan Yogyakarta menggunakan pesawat TNI AU CN295 dan C130J. Jenazah Zulmi diperkirakan akan tiba di Bandara Husein Sastranegara Bandung, sekitar pukul 22.00 WIB.
Pada Minggu (5/4/2026), jenazah Zulmi bakal dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Bandung, sekitar 15 kilometer dari Cimahi. Dua rekannya yang gugur dimakamkan di TMP berbeda.
Serka (Anm) Muhammad Nur Ichwan dimakamkan di TMP Giri Dharmoloyo II Magelang, Jawa Tengah. Sedangkan Kopda (Anm) Farizal Rhomadon dikebumikan di TMP Giripeni Kulonprogo, Yogyakarta.
Perwakilan keluarga Zulmi, Risman Efendi memaparkan, keluarga turut hadir menyambut kedatangan jenazah dan upacara militer di Jakarta. Setelah itu, keluarga akan pulang bersama jenazah Zulmi ke Cimahi. Pemakaman di TMP Cikutra rencana akan dilangsungkan pada Minggu (5/4) pukul 08.00 WIB.
"Kami akan melaksanakan shalat jenazah Zulmi sebelum berangkat ke TMP. Kami mempersilahkan warga yang mau ikut menyalatkan dan mengirim doanya untuk almarhum adik kami, Zulmi," ucap Risman.
Ayah Zulmi, Anang Iskandarudin, bersyukur jenazah pulang ke Tanah Air. Ke depan, ia berharap, semua kontingen Indonesia yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB di Lebanon dapat pulang dengan selamat.
“Kami sudah tabah atas kepergian Zulmi. Saya berharap jangan lagi ada prajurit kita di Lebanon yang bernasib seperti anak saya,” kata Anang.
Sebelum diterbangkan ke Indonesia, UNIFIL menyelenggarakan upacara Memorial Service sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada tiga prajurit itu.
Dikutip dari Puspen TNI, upacara berlangsung di Hanggar Lebanese Air Force, Beirut, Kamis (2/4/2026). Upacara dipimpin Force Commander/Head of Mission UNIFIL Mayor Jenderal Diodato Abagnara.
Prosesi upacara militer dilaksanakan diawali dengan pembukaan, penghantaran peti jenazah ke area upacara, dan pembacaan riwayat singkat. Selanjutnya, ada penganugerahan medali kehormatan PBB dan Angkatan Bersenjata Lebanon (Lebanese Armed Forces/LAF) secara anumerta.
Sebagai penghormatan tambahan, Abagnara secara simbolis menyematkan scarf (syal) PBB pada peti jenazah serta menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada seluruh kontingen Indonesia yang hadir.
Upacara juga melibatkan unsur pasukan gabungan, termasuk satu satuan setingkat peleton Infanteri dan Polisi Militer Lebanon, unsur korsik, serta pasukan Kontingen Garuda (Konga).
Selamat jalan Zulmi, Nur Ichwan, dan Farizal. Jasamu bakal selalu dikenang.





