VIVA – Serangan gabungan Amerika Serikat-Israel menargetkan lokasi dekat pembangkit tenaga nuklir Bushehr di Iran, Sabtu, 4 Maret 2026, menewaskan satu orang pekerja akibat pecahan proyektil, menurut Badan Energi Atom Internasional (IAEA).
IAEA, mengutip konfirmasi dari otoritas Iran, mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu bahwa "tidak ada peningkatan tingkat radiasi" setelah serangan tersebut.
Dalam pernyataan di platform X, IAEA menyebut proyektil menghantam area dekat fasilitas Bushehr, yang merupakan insiden keempat dalam beberapa pekan terakhir.
Iran juga melaporkan seorang petugas keamanan tewas akibat pecahan proyektil. Sementara sebuah bangunan di lokasi terdampak gelombang kejut dari ledakan tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Sabtu, menyebut fasilitas Bushehr telah "dibom" empat kali sejak perang meletus, mengkritik serangat brutal AS-Israel terhadap keselamatan sipil.
Serangan ini terjadi ketika AS dan Israel meningkatkan penargetan situs industri Iran, bahkan ketika para ahli memperingatkan risiko tinggi menyerang fasilitas nuklir atau petrokimia.
Direktur Jenderal IAEA Rafael Grossi menyatakan "keprihatinan mendalam tentang insiden yang dilaporkan dan mengatakan situs [nuklir] atau daerah terdekat tidak boleh diserang, mencatat bahwa bangunan situs tambahan mungkin berisi peralatan keselamatan vital," demikian bunyi pernyataan tersebut.
Grossi juga mengulangi "seruan untuk pengekangan militer maksimal untuk menghindari risiko kecelakaan nuklir," tambah IAEA. (Al Jazeera)





