Menanti Prajurit yang Dekat dengan Keluarga Itu Kembali ke Rumah

kompas.id
2 jam lalu
Cover Berita

Aliran pelayat tak berhenti mendatangi sebuah rumah yang dikelilingi perkebunan rindang di Dusun Ledok, Desa Sidorejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (4/4/2026). Di rumah itu, Kopral Dua (Anumerta) Farizal Rhomadhon pulang untuk terakhir kalinya.

Farizal adalah salah satu dari tiga prajurit TNI Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (UNIFIL) yang gugur dalam tugas di Lebanon pada 29 Maret 2026. Dua lainnya adalah Mayor Infanteri (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar dan Sersan Kepala (Anumerta) Muhammad Nur, yang gugur pada 30 Maret 2026.

Sanak, tetangga, sahabat, dan kerabat silih berganti datang. Puluhan karangan bunga berderet memenuhi jalan masuk ke kediaman orangtua Farizal tersebut. Sebuah tenda besar dengan ratusan kursi pun berdiri tepat di depan rumah.

Para pelayat menemui keluarga Farizal untuk menyampaikan dukacita sekaligus memberi kekuatan kepada orang-orang terkasih yang ditinggalkan. Farizal meninggalkan seorang istri bernama Fafa Nur Azila (25) dan satu anak berusia dua tahun, yakni Shanaya Almahyra Elshanu.

Novan Heri Prabowo (34), kakak ipar Farizal, menyambut para pelayat yang datang. Dia beserta istrinya mewakili keluarga menerima ucapan belasungkawa hari itu.

Ayah, ibu, dan istri Farizal pada Sabtu pagi bertolak ke Jakarta untuk menerima kedatangan jenazah Farizal dari Lebanon. Setelah prosesi di Jakarta, jenazah Farizal akan langsung diterbangkan ke Yogyakarta pada Sabtu malam dan dimakamkan pada Minggu (5/4/2026) pagi di Taman Makam Pahlawan Giripeni, Wates, Kulon Progo.

Baca JugaPrajurit TNI Gugur di Lebanon, Menlu Desak UNIFIL Investigasi Penuh Sumber Serangan

Novan mengatakan, keluarga kini lega karena jenazah Farizal sudah tiba di Tanah Air. Sebelum ini, keluarga diliputi ketidakpastian terkait pemulangan jenazah almarhum sejak gugur di Lebanon. Proses pemulangan itu tak mudah karena kondisi Lebanon yang sedang dilanda konflik dengan Israel.

Novan menuturkan, adik iparnya itu selama ini dikenal sangat dekat dengan keluarga. Farizal merupakan anggota Batalyon Infanteri 113/JS Brigif 25/Siwah yang bermarkas di Kabupaten Bireuen, Aceh.

Meski terpisah jarak yang begitu jauh, Novan mengatakan, Farizal selalu intensif berkomunikasi dengan keluarga di Kulon Progo. Hal ini termasuk saat Farizal bertugas menjadi anggota Pasukan Perdamaian TNI di Lebanon sejak tahun lalu.

”Mas Farizal selalu menyempatkan video call dengan bapak. Mungkin dalam sehari bisa lebih dari sekali video call. Jadi selalu mengabari begitu,” ujar Novan.

Baca JugaDari Lebanon ke Cimahi, Perjalanan Terakhir Mayor Anumerta Zulmi

Dia menambahkan, Farizal terakhir pulang ke Kulon Progo pada momen Idul Fitri setahun lalu. Saat itu, Farizal sekaligus memberitahukan keluarga bahwa dia akan bertugas ke Lebanon.

”Bisa mengikuti penugasan itu merupakan salah satu kebanggaan sebagai prajurit. Sebelum ke Lebanon, almarhum juga pernah bergabung dengan satuan tugas TNI di Papua selama setahun,” kata Novan.

Sebelumnya, Kepala Dusun Ledok, Wakidi (60), mengungkapkan, Farizal sebagai sosok yang baik. Sebelum diterima sebagai anggota TNI, Farizal kerap mengikuti kegiatan karang taruna di dusunnya itu.

Selain itu, Farizal juga kerap membantu dengan memberikan uang untuk kegiatan pemuda di desanya. ”Sampai sekarang, kalau muda-mudi punya kegiatan, sering membantu dengan memberikan uang,” tuturnya.

Mas Farizal selalu menyempatkan ’video call’ dengan bapak. Mungkin dalam sehari bisa lebih dari sekali ’video call’. Jadi selalu mengabari begitu.

Kini, sosok yang selalu hangat dengan keluarga dan lingkungannya itu telah berpulang. TNI pun menyiapkan upacara militer untuk pemakaman Farizal di Taman Makam Pahlawan Giripeni.

Novan menyebut, pemakaman di taman makam pahlawan sebagai wujud penghormatan dari negara. ”Ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi keluarga besar untuk mengenang dan mengingat almarhum,” ujarnya.

Sebelum memberangkatkan ketiga jenazah ke Tanah Air, UNIFIL menggelar upara penghormatan pada Kamis (2/4/2026) di Bandara Rafik Hariri, Beirut, Lebanon (Kompas.id, 3/4/2026).

Kepala Misi UNIFIL Mayor Jenderal Diodato Abagnara dan Duta Besar RI di Beirut Dicky Komar hadir dalam upacara itu. Perwakilan dari Kementerian Pertahanan dan Angkatan Bersenjata Lebanon juga hadir.

”Mereka datang jauh dari rumah untuk satu tujuan, yakni melayani perdamaian. Mereka telah melakukannya dengan keberanian. Mereka melakukannya dengan kehormatan. Mereka menunaikannya hingga akhir hayat,” kata Abagnara dikutip laman resmi UNIFIL.

Baca JugaUNIFIL Diserang Militer Israel, Bagaimana Seharusnya Dunia Bertindak?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Blak-Blakan! Pengamat Intelejen Bahas Kans Perang Darat AS VS Iran, Siapa Lebih Kuat?
• 22 jam lalukompas.tv
thumb
Bangunan SPPG Cakung Timur Dekat Tumpukan Sampah, Bau Menyegat hingga Lalat
• 5 jam lalukompas.com
thumb
Momen haru Presiden Prabowo cium kepala bayi prajurit TNI yang gugur
• 3 jam laluantaranews.com
thumb
Loud Budgeting ala Shopee: Jurus Jitu Smart Spending di Era Digital
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Banjir Rendam Ribuan Rumah Warga di Demak, 583 Jiwa Mengungsi
• 13 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.