Menlu: 3 Prajurit Terluka di Lebanon Masih Didalami, RI Minta Investigasi

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyatakan penyebab tiga prajurit pasukan perdamaian terluka usai ledakan di El Addeiseh, Lebanon pada Jumat (3/4) masih didalami. Ia menyebut penyelidikan dilakukan oleh UNIFIL.

“Tadi malam juga saya menerima laporan bahwa ada tiga prajurit TNI yang terluka yang juga penyebabnya seperti halnya dari dua insiden yang sebelumnya terjadi itu masih diinvestigasi oleh UNIFIL,” kata Sugiono di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (4/4).

Sugiono juga menjelaskan Indonesia melalui perwakilan tetap di New York telah meminta Dewan Keamanan PBB menggelar rapat luar biasa. Permintaan tersebut disetujui oleh Prancis sebagai pen holder isu Lebanon.

“Kemudian juga Pemerintah Republik Indonesia lewat perwakilan tetap kita di New York, satu hari setelah insiden yang pertama meminta kepada Dewan Keamanan PBB untuk melaksanakan rapat dan pada waktu itu Prancis selaku pen holder urusan Lebanon di Dewan Keamanan itu menyetujui untuk menyelenggarakan rapat luar biasa Dewan Keamanan yang intinya, pertama, kita mengutuk keras serangan yang dilakukan terhadap penjaga perdamaian dan hal ini UNIFIL,” ujar Sugiono.

Ia menegaskan Indonesia menuntut investigasi menyeluruh serta jaminan keamanan bagi pasukan penjaga perdamaian. Menurutnya, personel peacekeeping tidak dipersiapkan untuk operasi tempur.

“Kemudian kita juga menuntut supaya dilakukan investigasi menyeluruh karena ini adalah misi penjaga perdamaian. Oleh karena itu, hal seperti ini, ya kalau kita ngomong tidak seharusnya, tidak seharusnya terjadi tetapi kenyataannya ini terjadi. Harus ada satu guarantee (jaminan) keamanan bagi prajurit-prajurit penjaga perdamaian karena mereka menjaga perdamaian, they are peace keeping not peace making,” ucap Sugiono.

“Mereka tidak dilengkapi dengan kemampuan untuk membuat ataupun peace making ya. Perlengkapannya dan latihannya adalah untuk menjaga perdamaian, situasi damai yang dijaga. Dan ini juga merupakan mandat dari PBB ya, peace keeping ini,” lanjut Sugiono.

Sugiono menambahkan Indonesia juga meminta PBB mengevaluasi keselamatan pasukan penjaga perdamaian, khususnya yang bertugas di UNIFIL.

“Oleh karena itu kita juga meminta kepada PBB untuk mengevaluasi lagi keselamatan prajurit penjaga perdamaian PBB ini di mana pun berada khususnya di UNIFIL ini. Oleh karena itu kita sekali lagi berupaya agar pasukan penjaga perdamaian kita diberi agar pasukan perdamaian kita ini sehat, selamat dalam menjalankan tugas yang dibebankan kepada mereka,” kata Sugiono.

“Dan sekali lagi ucapan duka cita kita yang sedalam-dalamnya semoga arwah yang gugur diterima di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran,” tutup Sugiono.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemain Persib Eliano Reijnders Dikabarkan Diincar Klub Liga Azerbaijan
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
Arab Saudi Batasi Umrah Hanya untuk Warga Lokal Mulai 18 April 2026
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
MNC Bank (BABP) Cetak Laba Rp81,78 Miliar di 2025, Naik 9,26%
• 23 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Banyak Sampah, Warga Sungai Gampa Keluhkan Transportasi Sungai Tak Bisa Melintas
• 7 jam lalutvrinews.com
thumb
Sungai Tuntang Meluap, Ribuan Warga Demak Mengungsi
• 15 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.