Warga Pamulang Tak Mengungsi meski Kebanjiran: Biasanya Tengah Malam Sudah Surut

kompas.com
14 jam lalu
Cover Berita

TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com - Warga Perumahan Bukit Pamulang Indah (BPI) RW 04, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, memilih tetap bertahan di rumahnya meski kebanjiran, Sabtu (4/4/2026) malam.

Mayoritas warga merasa tidak perlu mengungsi karena bangunan rumah mereka rata-rata sudah ditinggikan.

Selain itu, warga meyakini bahwa luapan air biasanya akan berangsur surut menjelang tengah malam.

Baca juga: Perumahan di Pamulang Banjir Satu Meter, Warga Beli Makan Pakai Perahu Karet

Warga bernama Septian (41) menyebut bahwa warga setempat sudah terbiasa dengan siklus banjir pasang-surut di wilayah tersebut.

"Sebenarnya di sini tuh memang langganan banjir, Mas. Memang sudah selalu sering banjir gitu. Jadi enggak kaget sih sebetulnya," ungkap Septian saat ditemui Kompas.com di lokasi, Sabtu malam.

Septian menjelaskan bahwa tingginya lantai bangunan menjadi alasan utama warga tetap tenang karena rata-rata air tak merendam hingga ke area dalam rumah.

"Kalaupun ada yang masuk ke dalam rumah ya beberapa rumah saja, itu pun mereka di lantai dua ya jadi enggak perlu mengungsi, mayoritas enggak semuanya masuk," tambahnya.

Meski begitu, ia tidak menampik bahwa mobilitas menjadi kendala utama saat air sedang tinggi pada sore hingga malam hari.

Baca juga: Hujan Deras, 1 RT dan 1 Ruas Jalan Jakarta Terendam Banjir Sabtu Malam

Pasalnya, area blok rumah terendam banjir sehingga warga harus menggunakan perahu karet untuk beraktivitas.

Namun, kata dia, warga merasa cukup tenang karena air biasanya surut saat tengah malam apabila hujan deras tak kembali mengguyur.

"Kalau pas banjir gini ya kita mobilitas keluar masuk kompleks pakai perahu karet gitu. Tapi kalau misalnya tengah malam, menjelang tengah malam gini biasanya sudah mulai surut nih, kendaraan sudah bisa lewat nih, mobil, motor sudah bisa lewat lah gitu," jelas Septian.

Sementara itu, Septian menambahkan, karakteristik banjir di BPI bukanlah banjir lumpur seperti di sejumlah daerah lain, melainkan murni luapan sungai akibat debit air tinggi.

"Ini sebetulnya banjir air bersih. Jadi kalau dilihat ya airnya tuh bukan air yang keruh gitu, tapi ya karena memang ini air dari bendungan saja, makanya dia alirannya deras gitu dari sungai, bendungannya meluap kan," ujar Septian.

Apabila pompa penyedot air telah dioperasikan, air pun dapat segera surut seiring waktu.

Baca juga: 11 Wilayah di Tangsel Terendam Banjir Sabtu Malam, Ratusan Warga Terdampak

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Kendati telah terbiasa dan tahu cara menyiasati banjir tanpa perlu mengungsi, warga tetap menyuarakan rasa lelahnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Saat Melamun Jadi Pelarian: Maladaptive Daydreaming
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Hasil Tinju Dunia: Deontay Wilder Heroik Hantam Derek Chisora Sampai Kalah di Duel Kelas Berat Penuh Drama
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Bocah 8 Tahun Hanyut Terbawa Arus Banjir di Demak Ditemukan Tewas
• 18 jam laludetik.com
thumb
Kondisi Siswa Keracunan MBG di Duren Sawit Stabil, Pramono Pastikan Penanganan Optimal
• 2 jam laludisway.id
thumb
Nikmati Sunset Sambil Menyantap Konro dan Ikan Bakar di Saung Rindu Alam Pantai Akkarena Makassar
• 21 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.