Harga Plastik Naik, Pedagang Kaki Lima Menjerit

republika.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Konflik di kawasan Timur Tengah membuat harga plastik semakin melejit. Kondisi itu pun membuat pedagang kaki lima (PKL) yang menggunakan plastik sebagai salah satu komponen dagangannya menjerit.

Hal tersebut seperti yang dialami pedagang es di Pasar Pagi Kota Cirebon. Naiknya harga plastik membuat keuntungan mereka menjadi terkikis. Pasalnya, kenaikan harga plastik tidak diiringi dengan naiknya harga jual dagangan mereka.

Baca Juga
  • Plastik Makin Mahal, Pembeli Menyusut, Pedagang Resah
  • Mendag Jelaskan Penyebab Harga Plastik Naik
  • Plastik Langka Harga Naik Dua Kali Lipat

“Pembeli pada protes, tidak mau harga (minuman) es naik,” ujar pedagang es bernama Aeni, Sabtu (4/4/2026).

Ia mengatakan, sejak harga gelas plastik atau cup mengalami kenaikan, ia sempat menaikkan harga jual minuman esnya menjadi Rp 6.000 per cup, atau naik Rp 1.000. Namun, karena diprotes pembeli, ia terpaksa kembali pada harga lama, yakni Rp 5.000 per cup. “Ya mau bagaimana lagi. Apalagi dagangan juga sepi,” tuturnya.

.rec-desc {padding: 7px !important;}
Warga mencari plastik di salah satu toko plastik. - (Republika/Prayogi)

Aeni mengungkapkan, harga jual dagangan yang tidak ikut naik akhirnya membuat keuntungannya terkikis. Pasalnya, modal yang harus dikeluarkannya semakin besar.

Sementara itu, seorang pembeli es, Husen, mengaku kaget harga es yang biasa dibelinya tiba-tiba mengalami kenaikan. Ia pun keberatan dan menolak harga yang lebih mahal. “Ya kan kita sebagai pembeli tahunya harga es Rp 5.000 per cup. Kalau harganya naik, ya keberatan,” ungkapnya.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
sumber : Antara
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tenaga pendidik nilai pembatasan medsos fokuskan kemandirian anak
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Arus Balik Lebaran Tujuan Banjarmasin Masih Tinggi, Tiket Pesawat Full Booked
• 1 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Jet Tempur AS Jatuh, Iran Pasang Sayembara Tangkap Awak yang Hilang
• 13 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Presiden dijadwalkan takziah kepada tiga prajurit TNI gugur di Lebanon
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Momen Haru di Wisuda UMS, Putra Dekan FKIP Raih Cumlaude dan Lulus Aktivis
• 7 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.