WASHINGTON, KOMPAS.TV - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengultimatum Iran untuk membuka Selat Hormuz. Trump mengancam akan mengirimkan "neraka" ke Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka dalam waktu 48 jam.
Hal tersebut disampaikan Trump dalam sebuah unggahan di media sosial Truth Social, Sabtu (4/4/2026). Ancaman tersebut menindaklanjuti ultimatum Trump sebelumnya yang memaksa Iran membuka Selat Hormuz selambatnya pada 6 April.
"Ingat saat saya memberi Iran waktu sepuluh hari untuk membuat kesepakatan atau membuka Selat Hormuz," kata Trump dalam unggahan di Truth Social via AP, Sabtu (4/4/2026).
"Waktunya hampir habis, 48 jam sebelum seluruh neraka akan dijatuhkan ke mereka. Puji Tuhan!"
Baca Juga: Trump Respons 2 Pesawat AS Ditembak Jatuh Iran, Sebut Tak Pengaruhi Negosiasi
Donald Trump diketahui beberapa kali melontarkan ancaman untuk Iran sejak memulai perang bersama Israel pada 28 Februari 2026 lalu.
Pada Jumat (3/4), Presiden AS itu pun mengeluarkan ancaman bahwa Washington akan merebut industri perminyakan Iran. Dalam ancamannya, Trump pun sesumbar bahwa membuka Selat Hormuz adalah hal yang mudah bagi militer AS.
"Dengan sedikit waktu lagi, kami dengan mudah bisa membuka Selat Hormuz, mengambil minyak (dari Iran), dan untung besar," kata Trump.
Donald Trump telah beberapa kali menjanjikan bahwa militer AS akan membuka Selat Hormuz. Pada Maret lalu, Trump menyebut Angkatan Laut AS dapat mengawal kapal tanker yang hendak melintas perairan tersebut.
Akan tetapi, militer AS kemudian memberikan klarifikasi bahwa pihaknya "tidak siap" mengawal kapal tanker. Sebab, kapal yang berlayar dengan lambat dapat menjadi target mudah untuk drone dan rudal Iran.
Penulis : Ikhsan Abdul Hakim Editor : Desy-Afrianti
Sumber : Kompas TV
- donald trump
- perang iran
- trump ultimatum iran
- selat hormuz
- industri minyak iran





