Populer: Harga CPO Diprediksi Naik; Mentan Sebut Stok Beras RI Bisa 5 Juta Ton

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

Kenaikan harga Crude Palm Oil (CPO) global akibat perang Iran menjadi salah satu berita populer di kumparanBisnis sepanjang Sabtu (4/4). Selain itu, proyeksi Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman terkait Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang bisa mencapai 5 juta ton juga menarik perhatian publik.

Berikut rangkuman berita populer tersebut:

Harga CPO Diproyeksi Naik hingga USD 1.783 per Ton Imbas Perang Iran

Indonesia Palm Oil Strategic Studies (IPOSS) merilis Outlook Sawit Q2 2026, memproyeksikan penguatan CPO global sepanjang kuartal kedua tahun ini. Harga CPO global diperkirakan melonjak dari sekitar USD 1.165 per ton pada Maret 2026 menjadi sekitar USD 1.440 per ton pada April 2026.

Proyeksi ini berlanjut dengan kenaikan menjadi sekitar USD 1.701 per ton pada Mei 2026 dan puncaknya di sekitar USD 1.783 per ton pada Juni 2026, terutama didorong oleh kenaikan harga energi global di tengah eskalasi perang Iran melawan AS-Israel.

Kenaikan harga ini tak hanya dipicu oleh tensi geopolitik, tetapi juga mengindikasikan semakin eratnya hubungan antara pasar minyak sawit dan pasar energi global. Saat harga minyak mentah meningkat, biodiesel menjadi lebih kompetitif dibandingkan bahan bakar fosil. Di saat yang sama, biaya logistik, distribusi, dan premi risiko global ikut naik, menjadikan CPO komoditas strategis dalam sistem energi. Tekanan dari pasar global ini diperkirakan merambat ke pasar domestik, dengan harga CPO domestik diproyeksikan naik dari sekitar Rp 15.065 per kilogram (kg) pada Maret 2026 menjadi sekitar Rp 18.776 per kg pada April 2026, berlanjut hingga Mei dan Juni 2026.

Mentan: Insyaallah Cadangan Beras RI Bisa 5 Juta Ton Bulan Ini

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mencatat Cadangan Beras Pemerintah (CBP) telah mencapai 4,4 juta ton per Kamis (2/4), dengan proyeksi akan menyentuh 5 juta ton pada akhir April 2026.

Amran menegaskan penguatan cadangan pangan nasional ini merupakan langkah strategis untuk menghadapi potensi risiko El Nino yang mengancam produksi padi Indonesia, serta dinamika global dan risiko iklim yang semakin kompleks. Capaian ini menjadi kebanggaan di tengah krisis ekonomi dunia, menunjukkan peran pertanian dalam mitigasi risiko, stabilisasi pangan, dan peningkatan kesejahteraan petani.

Stok beras yang dikelola Perum Bulog, yang sebesar 4,4 juta ton, setara dengan 169 persen terhadap kebutuhan bulanan nasional, memberikan ruang yang memadai untuk menjaga kesinambungan pasokan dan stabilitas harga.

Selain beras, Bulog juga memiliki stok jagung 168 ribu ton, gula konsumsi 49 ribu ton, dan minyak goreng 121 ribu kiloliter, yang dinilai cukup untuk mendukung kebutuhan masyarakat. Penguatan cadangan pangan juga dilakukan di tingkat daerah, dengan Data Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) kabupaten/kota mencapai 14.169,03 ton yang tersebar di 322 daerah, di mana kabupaten/kota di Jawa Barat mencatatkan jumlah cadangan terbesar dengan 2.790,9 ton.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
7 Tahun Tertinggal dari Konstruktor Lain, Aprilia Bikin Kejutan di Awal MotoGP 2026: Ducati Ketar-ketir?
• 21 jam lalutvonenews.com
thumb
ASN WFH Hari Jumat, Bakom Tegaskan Bukan Libur, Tak Boleh Matikan Perangkat Komunikasi!
• 36 menit lalutvonenews.com
thumb
Jenazah 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon Tiba di Tanah Air
• 15 jam lalurealita.co
thumb
Pramono Sebut Tak Ada Negara yang Diuntungkan dari Perang Timur Tengah
• 23 jam lalukompas.com
thumb
Tokoh Muhammadiyah Dorong Kampus Indonesia Belajar Teknologi Persenjataan ke Iran
• 23 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.