Ekonomi Vietnam Melambat Imbas Kenaikan Biaya Energi

kumparan.com
17 jam lalu
Cover Berita

Ekonomi Vietnam tumbuh 7,83 persen secara tahunan pada kuartal I 2026. Angka tersebut melambat dari 8,46 persen pada kuartal sebelumnya di tengah kenaikan biaya energi dan gangguan perdagangan global akibat konflik di Timur Tengah.

Mengutip Bloomberg, perlambatan ekonomi Vietnam pada kuartal pertama seiring meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong kenaikan biaya energi dan mengganggu jalur perdagangan global. Sehingga mempersulit upaya Sekretaris Jenderal To Lam untuk mencapai pertumbuhan dua digit.

Produk domestik bruto (PDB) tumbuh 7,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, turun dari 8,46 persen pada kuartal keempat, menurut Kantor Statistik Nasional di Hanoi pada Sabtu (4/4). Angka ini masih lebih tinggi dari estimasi median sebesar 7,6 persen dalam survei Bloomberg terhadap tujuh ekonom.

“Kondisi global pada kuartal I 2026 tetap kompleks dan tidak dapat diprediksi, dengan meningkatnya konflik di Timur Tengah yang memicu volatilitas harga energi, gangguan pasokan, dan kenaikan inflasi,” kata kantor statistik dalam pernyataannya.

Negara Asia Tenggara tersebut, yang masih menargetkan pertumbuhan 10 persen tahun ini, tengah menghadapi kenaikan harga bahan bakar dan pengetatan pasokan akibat perang Iran, yang secara efektif menghentikan pengiriman minyak dan gas melalui Selat Hormuz. Pemerintah telah menggunakan dana darurat bahan bakar untuk menstabilkan harga, sementara maskapai Vietnam memangkas penerbangan akibat kekurangan bahan bakar jet.

Mencapai target pertumbuhan agresif 2026 akan menjadi “tantangan,” kata Nguyen Thi Mai Hanh, kepala departemen PDB di kantor statistik, dalam sebuah pengarahan. Untuk mencapai target tersebut, ekonomi Vietnam perlu tumbuh lebih dari 10 persen pada masing-masing tiga kuartal berikutnya.

Sementara itu, tekanan inflasi meningkat. Harga konsumen naik 4,65 persen pada Maret dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah menargetkan batas inflasi sebesar 4,5 persen tahun ini.

“Jika harga bahan bakar global terus naik dan bertahan, harga bahan bakar domestik akan memberikan tekanan inflasi sebesar 1 hingga 2 poin persentase,” ujar Nguyen Thu Oanh, kepala departemen harga di kantor statistik.

“Dengan demikian, target inflasi 4,5 persen tahun ini akan menghadapi tantangan lebih besar,” imbuhnya.

Pada Maret, kenaikan biaya bahan bakar, transportasi, dan konstruksi mendorong inflasi naik 1,23 persen dibandingkan bulan sebelumnya, menurut pernyataan lembaga tersebut.

Sebagai pusat manufaktur, Vietnam mencatat surplus perdagangan sebesar USD 33,9 miliar dengan Amerika Serikat pada kuartal pertama, naik 24,2 persen dari tahun sebelumnya. Vietnam memiliki defisit perdagangan terbesar ketiga dengan AS tahun lalu, setelah China dan Meksiko, yang menunjukkan pergeseran rantai pasok dari negara tetangganya di utara. Pada Januari, Vietnam bahkan melampaui keduanya dengan mencatat defisit bulanan terbesar dengan AS.

Ekspor naik sekitar 20,1 persen pada Maret dibandingkan tahun lalu. Sektor manufaktur, yang tumbuh 9,73 persen pada kuartal pertama, tetap menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi. Impor melonjak 27,8 persen bulan lalu.

Perdana Menteri Pham Minh Chinh sebelumnya memperingatkan meningkatnya tekanan terhadap inflasi, suku bunga, dan energi akibat ketegangan global, serta potensi dampaknya terhadap kapasitas produksi dan dunia usaha.

Vietnam tidak akan mengorbankan stabilitas makroekonomi demi pertumbuhan jangka pendek, kata Gubernur Bank Sentral Nguyen Thi Hong dalam pernyataan di situs bank sentral pekan lalu.

Untuk memperkuat pasokan bahan bakar domestik, Vietnam menghentikan sementara beberapa pajak atas bensin, minyak, dan bahan bakar jet hingga 15 April guna menjamin keamanan energi nasional. Pemerintah juga mendorong percepatan transisi ke kendaraan listrik dan biofuel guna mengurangi ketergantungan pada produk minyak impor.

Pemerintah mengandalkan kampanye investasi publik besar-besaran untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan ratusan proyek yang sedang dibangun, termasuk Bandara Internasional Long Thanh. Perdana Menteri menargetkan proyek unggulan yang berada di luar Kota Ho Chi Minh tersebut mulai beroperasi pada kuartal terakhir tahun ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Meneladani Ketangguhan Senior, Belajar dari Batasan Gen Z
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Kata-kata Pemain Keturunan Depok Dean Zandbergen usai Cetak Hattrick di Liga Belanda
• 16 jam laluviva.co.id
thumb
Sampah Menggunung, DLH DKI Tutup Permanen TPS Kencana di Kolong Tol Tanjung Priok
• 7 jam laludisway.id
thumb
Kisah Ibu Ani, Difabel Tangguh yang Tumbuh Bersama PNM
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Chelsea Hajar Port Vale 7-0, Sukses Lolos ke Babak Semifinal Piala FA
• 19 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.