Beirut: Sedikitnya 20 orang, termasuk anak-anak, tewas dan puluhan lainnya terluka dalam serangkaian serangan udara Israel di Lebanon selatan pada Sabtu, 4 April 2026.
Kantor berita resmi Lebanon, National News Agency (NNA), melaporkan serangan terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Nabatieh dan Tyre. Di wilayah Nabatieh, dua orang tewas dan lima lainnya terluka setelah serangan menghantam sebuah rumah di antara kota Habboush dan Kfour.
Dikutip dari TRT World, Minggu, 5 April 2026, serangan drone Israel juga dilaporkan menargetkan sepeda motor di jalan Qadmous, utara Tyre, yang menewaskan dua orang.
Di distrik Tyre, lima orang termasuk dua perempuan tewas akibat serangan di persimpangan kota Maarakeh. Sementara di desa Ain Baal, dua orang tewas dan satu lainnya terluka setelah sebuah rumah dihantam.
Korban juga dilaporkan di sejumlah wilayah lain, termasuk empat orang tewas di Yater serta dua anak tewas dan 22 orang terluka di Habboush.
Selain itu, satu korban tewas dilaporkan di Qana, satu di pelabuhan nelayan Tyre, dan satu lainnya di Qana al-Jalil. Puluhan korban luka juga dilaporkan di berbagai lokasi, termasuk Housh, Maarakeh, Burj Qallawiyeh, Qana al-Jalil, dan Siddiqine.
Secara terpisah, serangan di kota Qana juga melukai dua orang, dengan satu korban dalam kondisi kritis.
Otoritas Lebanon menyatakan sejak eskalasi konflik pada 2 Maret 2026, sedikitnya 1.422 orang tewas dan 4.294 lainnya terluka. Lebih dari satu juta warga dilaporkan mengungsi akibat konflik yang terus berlangsung.
Israel terus melancarkan serangan udara dan operasi darat di Lebanon selatan meski gencatan senjata telah diberlakukan sejak November 2024.
Baca juga: Seorang Ibu dan Dua Anak di Lebanon Tewas Imbas Serangan Udara Israel




