Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penyelenggaraan Ajang Talenta Prestasi Murid Jawa Timur 2026 sebagai upaya memperkuat ekosistem pendidikan berbasis prestasi.
Ajang yang dimulai pada Sabtu ini melibatkan ribuan murid terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Penguatan Ekosistem PrestasiProgram ini menjadi strategi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaring dan mengembangkan potensi siswa agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
"Mudah-mudahan ajang talenta Jawa Timur bisa menghasilkan talenta-talenta berprestasi luar biasa, tidak hanya tingkat provinsi, tapi juga berjaya di tingkat nasional dan melaju di tingkat internasional," ungkapnya.
Khofifah menegaskan ajang ini juga menjadi bentuk apresiasi bagi siswa berprestasi serta memperkuat sistem pembinaan prestasi di daerah.
"Melalui ajang ini, kita ingin memastikan bahwa setiap talenta terbaik Jatim mendapat ruang untuk berkembang dan berprestasi. Karena, dari sinilah kita membangun generasi emas yang akan membawa Jawa Timur dan Indonesia semakin maju," ujarnya.
Prestasi Pendidikan dan Akses Perguruan TinggiJawa Timur tercatat memiliki berbagai prestasi di tingkat nasional, termasuk dalam ajang OSN, O2SN, FLS3N, LKS, OPSI, FIKSI, dan LDI.
Prestasi tersebut juga berdampak pada tingginya jumlah siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP.
"Karena mendapatkan apresiasi, bahkan dengan talenta yang dimiliki mencapai prestasi bisa dimanfaatkan untuk masuk PTN di jalur prestasi SNBP, maka kenapa Jatim selalu terbanyak secara nasional masuk PTN jalur SNBP, karena kepedulian pemerintah akan talenta-talenta dari para murid hebat Jatim," ungkapnya.
Berdasarkan data SNBP 2026, sebanyak 29.046 siswa Jawa Timur diterima di PTN dari total 108.122 pendaftar.
Jawa Timur juga menjadi provinsi dengan jumlah penerimaan terbanyak selama tujuh tahun berturut-turut sejak 2019.
Selain itu, sebanyak 8.915 siswa diterima melalui program KIP Kuliah dari 40.213 pendaftar.
"Catatan ini menjadi kabar baik bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Karena ini mengecilkan gap yang ada dalam akses pendidikan tinggi. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada anak di Jawa Timur yang putus sekolah karena alasan ekonomi. Program KIP-K adalah salah satu instrumen penting untuk itu," ujarnya.
Program ini diharapkan mampu mencetak generasi unggul sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat.




