Khofifah Dorong Ajang Talenta Prestasi Murid Jatim 2026 untuk Cetak Generasi Unggul

pantau.com
14 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penyelenggaraan Ajang Talenta Prestasi Murid Jawa Timur 2026 sebagai upaya memperkuat ekosistem pendidikan berbasis prestasi.

Ajang yang dimulai pada Sabtu ini melibatkan ribuan murid terbaik dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.

Penguatan Ekosistem Prestasi

Program ini menjadi strategi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaring dan mengembangkan potensi siswa agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional.

"Mudah-mudahan ajang talenta Jawa Timur bisa menghasilkan talenta-talenta berprestasi luar biasa, tidak hanya tingkat provinsi, tapi juga berjaya di tingkat nasional dan melaju di tingkat internasional," ungkapnya.

Khofifah menegaskan ajang ini juga menjadi bentuk apresiasi bagi siswa berprestasi serta memperkuat sistem pembinaan prestasi di daerah.

"Melalui ajang ini, kita ingin memastikan bahwa setiap talenta terbaik Jatim mendapat ruang untuk berkembang dan berprestasi. Karena, dari sinilah kita membangun generasi emas yang akan membawa Jawa Timur dan Indonesia semakin maju," ujarnya.

Prestasi Pendidikan dan Akses Perguruan Tinggi

Jawa Timur tercatat memiliki berbagai prestasi di tingkat nasional, termasuk dalam ajang OSN, O2SN, FLS3N, LKS, OPSI, FIKSI, dan LDI.

Prestasi tersebut juga berdampak pada tingginya jumlah siswa yang diterima di perguruan tinggi negeri melalui jalur SNBP.

"Karena mendapatkan apresiasi, bahkan dengan talenta yang dimiliki mencapai prestasi bisa dimanfaatkan untuk masuk PTN di jalur prestasi SNBP, maka kenapa Jatim selalu terbanyak secara nasional masuk PTN jalur SNBP, karena kepedulian pemerintah akan talenta-talenta dari para murid hebat Jatim," ungkapnya.

Berdasarkan data SNBP 2026, sebanyak 29.046 siswa Jawa Timur diterima di PTN dari total 108.122 pendaftar.

Jawa Timur juga menjadi provinsi dengan jumlah penerimaan terbanyak selama tujuh tahun berturut-turut sejak 2019.

Selain itu, sebanyak 8.915 siswa diterima melalui program KIP Kuliah dari 40.213 pendaftar.

"Catatan ini menjadi kabar baik bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera. Karena ini mengecilkan gap yang ada dalam akses pendidikan tinggi. Kami ingin memastikan bahwa tidak ada anak di Jawa Timur yang putus sekolah karena alasan ekonomi. Program KIP-K adalah salah satu instrumen penting untuk itu," ujarnya.

Program ini diharapkan mampu mencetak generasi unggul sekaligus memperluas akses pendidikan tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kepribadian Orang yang Makan Lambat Menurut Ilmu Psikologi
• 8 jam lalubeautynesia.id
thumb
Paskah 2026: Kebangkitan Kristus Sumber Harapan Baru bagi Umat di Flores Timur
• 12 jam lalukompas.id
thumb
Indonesia Desak PBB Evaluasi Keamanan Pasukan Perdamaian Usai 3 Prajurit TNI Gugur di Lebanon
• 13 jam lalutvonenews.com
thumb
Tekanan Global Belum Surut, IHSG Berpotensi Rebound
• 17 menit lalubisnis.com
thumb
Rekonstruksi Pembunuhan Cucu Mpok Nori Digelar di Polda Metro, Ada 45 Adegan
• 12 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.