PEMERINTAH Kota Bandung memastikan seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) telah bergerak cepat dalam menangani dampak bencana yang terjadi akibat cuaca ekstrem. Ini menunjukkan kesiapsiagaan SKPD dalam menghadapi situasi darurat.
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan melakukan peninjauan ke sejumlah titik terdampak bencana hidrometeorologi akibat cuaca ekstrem
di antaranya Microlibrary Bima di Jalan Bima, kawasan Jalan Citepus 3 RW 10 Kelurahan Pajajaran Kecamatan Cicendo, Jalan Cihapit serta SDN 023 Pajagalan, pada Sabtu (4/4).
"Kejadian pohon tumbang dalam jumlah besar menjadi perhatian serius, mengingat pohon peneduh merupakan bagian dari identitas Kota Bandung. Kita menghadapi kejadian luar biasa. Pohon-pohon besar yang selama ini menjadi ciri khas kota banyak yang tumbang,” paparnya.
Baca juga : Hujan Lebat di Bandung Sebabkan Banjir dan Tumbangkan Poh
Menurut dia, sebagai langkah lanjutan, Pemkot Bandung segera melakukan koordinasi cepat lintas dinas guna menyusun skenario mitigasi, termasuk pemangkasan pohon-pohon yang berpotensi tumbang.
“Kita akan lakukan koordinasi dalam waktu cepat, melibatkan dinas teknis seperti permukiman, damkar, perhubungan, bina marga hingga pertanian untuk menyusun langkah pencegahan. Ini dilakukan agar risiko serupa dapat diminimalisir apabila cuaca ekstrem kembali terjadi di kemudian hari," tandasnya.
Imbauan dan santunan
Baca juga : Baliho Roboh di Simpang Samsat Bandung Menimpa Tiga Orang
Di kesempatan itu, Farhan mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi di wilayah Kota Bandung. Ia menekankan pentingnya kehati-hatian masyarakat, terutama saat hujan deras disertai angin kencang.
"Selain imbauan kepada masyarakat, pemkot juga tengah menyiapkan langkah mitigasi cepat, termasuk pemapasan atau perapihan pohon-pohon yang berpotensi tumbang. Langkah tersebut akan dilakukan melalui koordinasi lintas dinas dalam waktu singkat, guna memastikan kesiapan menghadapi potensi bencana lanjutan," sambungnya.
Di sisi lain, dia juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Tentu semua berharap tidak ingin kejadian ini terulang kembali.
Sebagai bentuk kepedulian, Pemkot Bandung akan memberikan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia. Untuk korban yang wafat, akan diberikan santunan sebesar Rp50 juta kepada keluarga.
"Kami berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan, sekaligus menjadi penguat bagi Pemkot Bandung untuk terus meningkatkan upaya mitigasi bencana ke depan," tandasnya.





