JAKARTA, iNews.id – Mabes Polri mengirimkan pasukan Brimob hingga tim investigasi Bareskrim untuk memperkuat pengamanan menyusul bentrok dua desa di Kabupaten Halmahera Tengah, Provinsi Maluku Utara.
Polri menerjunkan tim khusus dengan pembagian tugas spesifik untuk menormalkan situasi kamtibmas di dua wilayah tersebut.
Tim tersebut terdiri atas Divpropam (12 personel) dan Itwasum. Mereka ditugaskan untuk memastikan penanganan konflik berjalan sesuai prosedur.
"Polri telah mengambil langkah cepat dengan mengerahkan personel tambahan. Kami berkomitmen menjaga stabilitas keamanan dan merespons cepat setiap dinamika di lapangan," ujar Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, Sabtu (5/4/2026).
Pengerahan pasukan ke Maluku Utara dipicu oleh konflik horizontal antara warga Desa Bobane Jaya dan Desa Sibenpopo di Kabupaten Halmahera Tengah. Bentrokan yang bermula dari kasus dugaan pembunuhan ini meluas hingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan pembakaran fasilitas umum serta tempat ibadah.
Baca Juga:BMKG Prediksi Musim Kemarau 2026 Datang Lebih Awal, Ini PenjelasannyaMeskipun situasi dilaporkan mulai kondusif pada Jumat sore, personel tambahan tetap dikirim untuk memastikan tidak ada aksi balasan dan mempercepat proses hukum terhadap para pelaku.
Kehadiran tim Bareskrim dan Brimob tambahan diharapkan dapat mempercepat pengungkapan kasus ini serta memberikan rasa aman bagi masyarakat sipil di wilayah tersebut.
Brigjen Pol Trunoyudo mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu kebenarannya di media sosial.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas. Jangan terpengaruh isu hoaks maupun provokasi yang dapat memperkeruh keadaan," katanya.
#maluku




