India Kembali Impor Minyak Iran Setelah 7 Tahun

kumparan.com
13 jam lalu
Cover Berita

India kembali membeli minyak dari Iran setelah tujuh tahun, di tengah gangguan pasokan energi akibat perang Timur Tengah yang menghambat distribusi melalui Selat Hormuz. Hal ini dikonfirmasi oleh Kementerian Perminyakan India pada Sabtu (4/4).

Sebagai importir dan konsumen minyak terbesar ketiga di dunia, India diketahui terakhir kali menerima kargo minyak dari Teheran pada Mei 2019, setelah adanya tekanan dari Amerika Serikat (AS) agar tidak membeli minyak mentah Iran. Namun, gangguan pasokan akibat perang antara AS dan Israel melawan Iran memberikan dampak signifikan bagi negara di Asia Selatan tersebut.

“Di tengah gangguan pasokan di Timur Tengah, kilang-kilang India telah mengamankan kebutuhan minyak mentahnya, termasuk dari Iran, dan tidak ada hambatan pembayaran untuk impor minyak mentah Iran,” tulis kementerian tersebut, dikutip dari Reuters.

Bulan Maret lalu, AS untuk sementara mencabut sanksi terhadap minyak dan produk olahan Iran guna meredakan kekurangan pasokan. Kementerian tersebut juga menyatakan India telah mengamankan seluruh kebutuhan minyak mentahnya untuk beberapa bulan ke depan.

“India mengimpor minyak mentah dari lebih dari 40 negara, dengan perusahaan memiliki fleksibilitas penuh untuk memperoleh pasokan minyak dari berbagai sumber dan wilayah berdasarkan pertimbangan komersial,” lanjut Kementerian tersebut.

Selain itu, India juga membeli sekitar 44.000 metrik ton gas petroleum cair (LPG) dari Iran yang diangkut menggunakan kapal yang sebelumnya dikenai sanksi. Kementerian menyebut kapal tersebut telah bersandar di pelabuhan barat Mangalore pada Rabu (1/4) dan saat ini tengah membongkar muatannya.

Sebelumnya, kilang-kilang minyak India juga telah membeli sekitar 60 juta barel minyak Rusia untuk pengiriman bulan April, menurut sumber yang mengetahui transaksi tersebut. Langkah ini membantu meredakan kekhawatiran pasokan di tengah perang di Iran yang menghambat arus distribusi.

“Kargo tersebut dibeli dengan premi antara USD 5 hingga USD 15 per barel terhadap harga Brent,” kata sumber yang enggan disebutkan namanya karena sensitifnya perdagangan ini dikutip dari Bloomberg, Minggu (5/4).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Link Live Streaming BRI Super League, Bhayangkara FC Vs Persija Jakarta
• 10 jam lalubola.com
thumb
Dirut KAI Dampingi Menteri PKP Tinjau Bantaran Rel
• 2 jam lalubisnis.com
thumb
Pengamat Desak Kejagung Ungkap Sosok Penyelenggara Negara yang Terlibat dalam Korupsi Sang Konglomerat Samin Tan
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Ilmuwan Buat Tas dari Kolagen Fosil T-rex, Bakal Dilelang Rp8,5 M
• 10 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Video: Syarat Agar Investor Asing "Ngegas" Masuk Bursa Saham dan SBN
• 20 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.