Vatikan: Paus Leo XIV memimpin prosesi Malam Paskah pertamanya sebagai pemimpin Gereja Katolik di Basilika Santo Petrus, Vatikan pada Sabtu malam waktu setempat.
Prosesi berlangsung dalam suasana khidmat dengan tradisi penyalaan lilin Paskah di tengah kegelapan basilika, yang kemudian diikuti oleh umat yang menyalakan lilin masing-masing.
“Terang Kristus yang bangkit dalam kemuliaan,” ujar Paus saat memulai prosesi, seperti dilaporkan Irish News, Minggu, 5 April 2026.
Dalam khotbahnya, Paus Leo XIV menyerukan agar kebangkitan Kristus menjadi momentum untuk menghadirkan perdamaian di dunia yang dilanda konflik.
Ia mengibaratkan dosa dan konflik sebagai “batu” yang menghalangi hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama.
“Batu-batu tersebut memberatkan hati manusia dan memutuskan ikatan di antara kita melalui perang, ketidakadilan, dan isolasi antar-bangsa,” tegasnya.
Paus juga mengajak umat untuk tidak terjebak dalam keputusasaan serta berkomitmen membangun perdamaian.
Pesan tersebut disampaikan di tengah meningkatnya konflik global, termasuk perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, serta konflik yang masih berlangsung di Ukraina.
Sejak peringatan Minggu Palma, Paus telah berulang kali menyerukan penghentian kekerasan dan menegaskan bahwa agama tidak boleh digunakan untuk membenarkan perang.
Selain itu, Pekan Suci tahun ini juga diwarnai dengan kembalinya sejumlah tradisi. Pada Kamis Putih, Paus membasuh kaki 12 imam, sementara pada Jumat Agung ia memikul salib dalam prosesi Jalan Salib.
Langkah tersebut dinilai sebagai penegasan simbolis atas pesan kerendahan hati dan pengorbanan dalam ajaran Kristiani.
Baca juga: Paus Leo XIV Ikuti Jejak Yohanes Paulus II, Pikul Salib di Prosesi Via Crucis



