Tidak sedikit orang tua merasa khawatir saat melihat sisa makanan seperti sayur atau wortel masih tampak di pup anak. Padahal, kondisi ini belum tentu langsung menandakan adanya masalah pada pencernaan si Kecil.
Menurut Dokter Spesialis Anak yang juga Konsultan Gastrohepatologi, dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp.A, Subsp. GH (K), kondisi seperti ini belum tentu langsung menandakan gangguan pencernaan. Salah satu penyebab yang cukup sering justru bisa berasal dari cara anak mengunyah makanan.
Proses Pencernaan Dimulai dari MulutKata dr. Frieda, saluran cerna sebenarnya mulai bekerja sejak makanan masuk ke mulut. Di tahap ini, proses mengunyah memegang peran penting untuk memecah makanan menjadi ukuran yang lebih kecil sebelum masuk ke saluran cerna berikutnya.
“Saluran cerna kan pertama mulai dari mulut ya, kita mengunyah semua di sini. Jadi kalau anak kurang mengunyah, tentu saja pecahanpecahannya masih besar,” ucapnya dalam acara diskusi media Monitor Kesehatan Pencernaan Anak dengan AI Poop Tracker di Jakarta Pusat, Kamis (2/4).
Artinya, ketika anak makan terlalu cepat atau kurang mengunyah dengan baik, potongan makanan yang masuk ke tubuh masih dalam bentuk yang cukup besar. Hal ini bisa memengaruhi proses pencernaan selanjutnya.
Setelah Mulut, Makanan Masuk ke Kerongkongan dan LambungSetelah dikunyah, makanan akan masuk ke kerongkongan, lalu diteruskan ke lambung. Namun, dr. Frieda mengingatkan bahwa di tahap ini tubuh sudah tidak lagi memiliki bantuan mekanis seperti gigi untuk menghancurkan makanan.
“Dia akan masuk ke kerongkongan, di kerongkongan sudah nggak ada gigi lagi ya untuk memunyah,” ujarnya.
Di lambung, makanan kemudian diproses dengan bantuan enzim pencernaan agar menjadi lebih halus dan mudah dicerna. Namun, enzim lambung juga memiliki keterbatasan.
Kemudian masuk ke lambung, di lambung ada enzim-enzim pencernaan untuk membuatnya menjadi halus. Tapi kadang-kadang enzim di lambung tidak cukup untuk membuatnya jadi sangat halus. Itulah sebabnya, jika makanan masuk dalam ukuran yang masih terlalu besar, proses pemecahannya bisa jadi tidak optimal.
Kenapa Sayur atau Wortel Bisa Terlihat Lagi di Pup?Bukan cuma itu, dr. Frieda juga mengatakan banyak orang tua datang dengan pertanyaan serupa, misalnya setelah anak makan kangkung atau wortel, sisa makanan itu tampak masih terlihat saat BAB.
Menurutnya, hal tersebut belum tentu berarti pencernaan anak bermasalah. Salah satu kemungkinan yang cukup umum adalah karena anak kurang lama mengunyah makanan.
“Ya, jawabannya mungkin mengunyahnya memang kurang lama, sehingga kurang bisa membantu kerja di lambung yang mendigest atau memecah dengan enzim-enzim yang ada di lambung dan enzim-enzim yang ada di usus halus,” tegasnya.
Jadi, proses mengunyah yang kurang optimal bisa membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras, dan beberapa jenis makanan tertentu akhirnya masih terlihat sebagian saat keluar bersama pup.





