Kasus pengeroyokan sekelompok preman terhadap Dadang (58 tahun) dipicu karena uang miras. Dadang tewas dikeroyok oleh preman tersebut dalam acara pernikahan putrinya di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Kabupaten Purwakarta, Sabtu (4/4) sore.
Adik korban, Wahyu Rabbani, mengungkapkan bahwa para pelaku datang dalam kondisi mabuk dan mulai meminta sejumlah uang kepada kakaknya. Awalnya, Dadang memberikan Rp 100 ribu untuk para preman tersebut, tetapi mereka kembali dan meminta uang yang lebih banyak.
"Awalnya mereka minta uang, malak gitu. Pertama sudah dikasih, tapi kemudian minta lagi kedua kalinya sebesar Rp 500.000. Karena tidak dikasih, terjadilah kejadian itu," ujar Wahyu kepada wartawan dikutip Minggu (5/4).
Wahyu memperkirakan ada sekitar 10 orang pelaku yang mendatangi lokasi. Kakaknya, Dadang, tewas dalam peristiwa itu. Sementara tiga orang lainnya luka-luka akibat senjata tajam.
Kesedihan mendalam juga dirasakan Asep Prabani, sepupu korban yang datang jauh-jauh dari Batam untuk menghadiri pernikahan keponakannya. Ia mengaku tidak menyangka kedatangannya ke Purwakarta justru untuk mengantar jenazah sepupunya.
"Kami baru sampai dari perjalanan Lampung, pas datang itu lagi prosesi akad nikah. Karena capek, kami istirahat di masjid dekat lokasi. Menjelang Ashar, terdengar suara riuh dan teriakan ibu-ibu. Saya pikir lagi saweran, ternyata ada pengeroyokan," kata Asep pilu.
Asep menambahkan, informasi yang ia terima menyebutkan bahwa korban dipukul menggunakan benda tumpul hingga tak sadarkan diri.
"Katanya pakai bambu. Kami sangat terpukul karena Kang Dadang ini orang baik, dia sedang menikahkan putrinya," tambahnya.
Satu Pelaku Menyerahkan DiriSeorang pelaku bernama Kendi Renaldi (34 tahun) menyerahkan diri ke Polres Purwakarta usai peristiwa tersebut. Polisi saat ini masih memburu pelaku lainnya.
"Hari ini tim Reskrim sedang memburu pelaku (yang masih buron), mudah-mudahan bisa secepatnya bisa ada kabar, untuk pelaku bisa segera ditangkap," ujar Humas Polres Purwakarta, Enjang Sukandi saat dihubungi, Minggu (5/4).
Belum ada keterangan yang disampaikan Kendi soal dugaan pengeroyokan tersebut.





