Pemuda Katolik Sebut Paskah 2026 Bukan Sekadar Perayaan, Tapi Energi Moral Bangun Indonesia

viva.co.id
10 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Momentum Paskah 2026 dimaknai bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai penguat energi moral bangsa di tengah situasi global yang masih dibayangi konflik dan ketidakpastian.

Ketua Umum Pengurus Pusat Pemuda Katolik, Stefanus Gusma, menegaskan bahwa kebangkitan Kristus memiliki relevansi kuat sebagai inspirasi etis dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, baik di level global maupun nasional.

Baca Juga :
Jasa Usir Setan Laku Keras
Hashim Djojohadikusumo Terima Ketua Sinode GMIM, Bahas Paskah Nasional 2026 di Manado

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia dihadapkan pada konflik berkepanjangan yang memicu krisis kemanusiaan hingga ketidakstabilan ekonomi global. Sementara itu, Indonesia sebagai negara majemuk terus berupaya menjaga kohesi sosial di tengah keberagaman.

Berbagai data dari lembaga terkait juga menunjukkan bahwa penguatan moderasi beragama dan toleransi masih menjadi kebutuhan strategis guna menjaga stabilitas sosial dan keberlanjutan pembangunan.

“Paskah memberi pesan kuat bahwa harapan harus diterjemahkan dalam kerja nyata. Ini sejalan dengan semangat pembangunan nasional yang menempatkan persatuan, keadilan sosial, dan kesejahteraan rakyat sebagai prioritas,” ujar Gusma, Minggu 5 April 2026.

Ia juga menyoroti pentingnya pembangunan berkelanjutan, terutama di tengah meningkatnya frekuensi bencana alam di berbagai wilayah Indonesia. Kondisi ini, menurutnya, menegaskan urgensi kebijakan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga keberlanjutan lingkungan.

Gusma merujuk pada nilai-nilai dalam Laudato Si' yang menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian alam.

Dalam konteks tata kelola pemerintahan, ia menilai penguatan integritas, transparansi, dan akuntabilitas menjadi fondasi utama untuk menjaga kepercayaan publik. Hal ini juga dinilai penting untuk memastikan efektivitas program pembangunan, termasuk dalam pengentasan kemiskinan dan perlindungan kelompok rentan.

"Ini bukan sekadar refleksi iman, tetapi kontribusi moral untuk memperkuat arah pembangunan bangsa. Paskah adalah energi untuk memastikan bahwa kemajuan berjalan seiring dengan keadilan dan kemanusiaan,” kata dia.

Menutup pernyataannya, Gusma mengajak seluruh elemen bangsa menjadikan momentum Paskah sebagai ajang kolaborasi untuk menjaga stabilitas, memperkuat solidaritas sosial, serta mendorong transformasi menuju Indonesia yang lebih maju dan inklusif.

"Selamat Paskah 2026. Semoga kebangkitan Kristus meneguhkan harapan, memperkuat persaudaraan, dan menggerakkan kita semua untuk terus berkarya bagi Indonesia yang maju, inklusif, dan berkelanjutan,” ujarnya lagi.

Baca Juga :
Ini Dia Titik Lintas Energi Spiritual Indonesia yang Menguatkan Peziarah di Tahun Pembebasan
Banjir Besar Terjang Bali, Pemuda Lintas Agama Buka Posko 24 Jam Buat Selamatkan Warga
Penembakan Massal saat Misa di Sekolah Katolik AS, 2 Anak Tewas 17 Luka-luka

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Satgas PRR Tegaskan Pemutakhiran Data Huntara di Aceh Demi Pastikan Seluruh Penyintas Terakomodasi
• 23 jam lalupantau.com
thumb
Gelar Misa Paskah, Gereja Katedral Dihadiri Sekitar 2.500 Jemaat Katolik
• 13 jam lalugrid.id
thumb
Dorong Program 3 Juta Rumah, PKP Libatkan BUMN dan Swasta Bangun 1.000 Rusun
• 5 jam lalutvrinews.com
thumb
Polda Riau Bongkar Mafia Solar Subsidi di Pelalawan dan Inhil
• 1 jam lalurctiplus.com
thumb
Peringkat Klasemen Selisih Jauh, Pelatih Semen Padang Tak Ragu Beri Target Kalahkan Persib
• 9 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.