Kisah Warga Tiongkok “Menempuh Jalur Ilegal” ke Jerman, Berjalan Kaki Menyeberangi Pegunungan Bersalju dan Terowongan

erabaru.net
12 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Seiring dengan pengetatan kebijakan pengungsi di Amerika Serikat, semakin banyak warga Tiongkok beralih ke Eropa, menempuh “jalur ilegal” menuju Jerman untuk mengajukan suaka. Mereka berjalan kaki melintasi hutan, pegunungan bersalju, dan terowongan gelap, menghadapi berbagai kesulitan demi mengejar kebebasan.

Warga Tiongkok Antusias Menempuh Jalur ke Jerman

Baru-baru ini, di media sosial Tiongkok beredar banyak “panduan perjalanan ilegal ke Jerman”. Bagi mereka yang ingin “kabur” ke Jerman, sebagian besar akan terlebih dahulu terbang ke Serbia yang bebas visa bagi warga Tiongkok, lalu naik bus ke Bosnia dan Herzegovina, yang juga bebas visa.

Kemudian, dari kota perbatasan Bihać di Bosnia, mereka berjalan kaki melintasi hutan dan pegunungan untuk masuk ke negara tetangga, Kroasia. Negara ini termasuk wilayah Schengen (mencakup sebagian besar Uni Eropa serta beberapa negara non-Uni Eropa seperti Norwegia dan Swiss). Dari Kroasia ke negara-negara Schengen lainnya, umumnya tidak perlu menunjukkan paspor atau melalui pemeriksaan perbatasan.

中國社群媒體熱傳“走線德國攻略”。 pic.twitter.com/Htwp1G6tpS

— ying tang (@yingtan04410735) April 3, 2026

Setelah mencapai wilayah dalam Kroasia, para migran ini melanjutkan perjalanan dengan kereta atau mobil melalui Slovenia dan Italia, terus menuju barat hingga akhirnya tiba di Jerman.

Perjalanan Berat dan Berbahaya

Seorang blogger Tiongkok bernama “You Yao Dao Fan Le” pada 1 April mengunggah video dengan pesan, “Turun dari kuda dan bertanya tentang masa depan, cara berpikir menentukan nasib, memilih dengan kaki.” Dalam video tersebut terlihat beberapa pria Tiongkok membawa ransel, menembus hutan, mendaki pegunungan bersalju, dan menyalakan api unggun di malam hari untuk menghangatkan diri di tengah salju.

Blogger lain, “Xiao Fengli (European Pineapple)”, pada 30 Maret membagikan video perjalanan sebelumnya menuju Jerman, dengan komentar, “Sampai-sampai kemudian melihat gunung saja sudah merasa takut.” Dalam video itu terlihat mereka tidak hanya mendaki gunung, tetapi juga menyeberangi terowongan kereta yang gelap gulita—menunjukkan betapa beratnya perjalanan tersebut.

中國人走線到德國,翻山越嶺。 pic.twitter.com/CTRlIbr5FZ

— ying tang (@yingtan04410735) April 3, 2026

Hingga saat ini, masih banyak warga Tiongkok yang menempuh jalur ini. Blogger “Langke Xiaobei” pada 13 Maret mengatakan: “Setelah melalui berbagai kesulitan, akhirnya tiba di Jerman. Sepanjang perjalanan, kami mendaki gunung bersalju, menyeberangi sungai kecil, melewati semak berduri, jalan berlumpur, dan akhirnya baru sampai tujuan setelah tiga kali percobaan. Benar-benar sangat berat dan melelahkan.”

中國人走線到德國,路上還要翻越雪山。 pic.twitter.com/lElK8QA78J

— ying tang (@yingtan04410735) April 3, 2026 Daya Tarik Kesejahteraan Jerman

Sebagian besar yang meninggalkan Tiongkok melalui jalur ini adalah pembangkang politik atau mereka yang mengalami tekanan politik. Namun, ada juga yang merasa kecewa terhadap kondisi politik dan ekonomi di dalam negeri, dan ingin mendapatkan kebebasan serta kehidupan yang lebih baik. Sistem kesejahteraan Jerman yang relatif baik juga menjadi salah satu faktor yang menarik mereka mengambil risiko tersebut.

Seorang blogger bernama “Golden Instructor” dalam video pada 17 September 2025 menceritakan kehidupannya setelah berhasil mendapatkan suaka di Jerman.

Ia mengatakan bahwa dirinya tiba di Jerman melalui jalur ilegal pada Oktober 2024, hanya membawa 6.000 yuan. Kini, ia telah berhasil memperoleh status pengungsi. Pemerintah memberinya tempat tinggal, tunjangan hidup sekitar 1.000 euro per bulan, serta subsidi perumahan sekitar 500 euro.

今年3月,中國一青年走線到德國。 pic.twitter.com/ffDeF5O6sm

— ying tang (@yingtan04410735) April 3, 2026

“Totalnya sekitar 1.500 euro per bulan. Hidup di sini cukup layak, bahkan masih bisa menabung sedikit,” ujarnya. Ia juga menyebut untuk sementara tidak berencana bekerja dan ingin menjadi kreator konten, karena bantuan pemerintah dapat diterima setidaknya selama dua tahun. “Artinya, selama dua tahun ini saya tidak perlu bekerja, selama permohonan suaka disetujui.”

一名中國男子走線到德國,申請庇護成功後,講述自己的生活情況。 pic.twitter.com/HXSwqSAOE5

— ying tang (@yingtan04410735) April 3, 2026

Menurut data dari Kantor Federal untuk Migrasi dan Pengungsi Jerman (BAMF), dalam lima tahun terakhir jumlah pemohon suaka asal Tiongkok terus meningkat. Dari Januari hingga November 2025, terdapat sekitar 1.600 warga Tiongkok yang mengajukan suaka di Jerman—angka tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

Pada September 2025, Tiongkok menempati peringkat kedelapan sebagai negara asal pencari suaka, setelah negara-negara seperti Afghanistan, Suriah, dan Somalia yang mengalami konflik dan perang. (Hui)

Dilaporkan oleh Luo Tingting/Disunting oleh Wen Hui


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasil Southampton vs Arsenal: Kejutan Besar! The Saints Menang 2-1 dan Lolos ke Semifinal Piala FA
• 14 jam lalumedcom.id
thumb
JK Bantah Tuduhan Rismon Danai Roy Suryo Cs Rp5 Miliar Mainkan Ijazah Jokowi
• 6 jam laluokezone.com
thumb
Trump Ultimatum 2 Hari atau Iran Hadapi “Neraka”, Teheran Malah Mengejek
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Terdeteksi Dashboard Lancang Kuning, Tersangka Karhutla di Pelalawan Diringkus
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Perang Timur Tengah Jadi Penghambat Rencana OPEC+ Tambah Produksi Minyak
• 2 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.