Asa Bafagih dikenang lewat buku, Dirut ANTARA tekankan budaya literasi

antaranews.com
12 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama LKBN ANTARA, Benny Siga Butarbutar, menegaskan pentingnya penguatan budaya literasi melalui peluncuran buku “Asa Bafagih” yang digelar di ANTARA Heritage Center (AHC), Jakarta, Minggu.

“Buku karya Nabiel A Hayazeini bukan sekadar karya tulis, melainkan refleksi mendalam atas perjalanan hidup, pemikiran, dan kontribusi Asa Bafagih sebagai tokoh yang memiliki kedekatan kuat dengan dunia literasi, kebudayaan, dan ruang publik yang lebih luas,” kata Benny pada peluncuran tersebut.

Benny menyampaikan bahwa buku “Asa Bafagih” menjadi cerminan dari perjalanan hidup dan gagasan seorang tokoh yang turut mewarnai sejarah awal ANTARA, sekaligus menghadirkan nilai-nilai yang relevan bagi kehidupan masa kini.

Baca juga: LKBN ANTARA jalin kerja sama bidang publikasi dengan Kemenhan

Baca juga: ANTARA: Fungsi komunikasi korporasi harus naik kelas di era digital

Menurut Benny, sosok Asa Bafagih memiliki peran penting dalam sejarah pers nasional, khususnya pada masa sekitar Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, ketika menjadi redaktur yang menerima naskah teks proklamasi dari Adam Malik untuk disebarluaskan kepada publik.

Lebih lanjut, Benny menekankan bahwa penyelenggaraan peluncuran buku di AHC memiliki makna simbolis yang kuat. Menurutnya, AHC bukan sekadar bangunan bersejarah, tetapi ruang hidup yang merawat budaya berpikir, berdialog, dan berdiskusi di tengah masyarakat, dan juga saksi bisu sejarah jurnalistik Indonesia.

“ANTARA Heritage Center adalah simbol transformasi dari budaya tutur menuju budaya tulis. Di sinilah gagasan didokumentasikan, dirawat, dan diwariskan melalui buku sebagai medium yang tidak lekang oleh waktu,” katanya.

Ia juga menilai kehadiran buku seperti “Asa Bafagih” menjadi semakin penting di tengah derasnya arus informasi yang cepat namun kerap dangkal.

Buku, menurutnya, mengajak masyarakat untuk berhenti sejenak, merenungkan makna, serta menggali nilai-nilai kehidupan secara lebih mendalam.

Dalam kesempatan tersebut, Benny turut memberikan apresiasi kepada penulis yang dinilai berhasil merangkai jejak pemikiran Asa Bafagih menjadi karya yang utuh dan bernilai, sekaligus memperkaya khazanah literasi nasional.

Peluncuran buku ini, lanjutnya, menjadi pertemuan antara sejarah, pemikiran, dan harapan, sekaligus momentum untuk meneguhkan kembali pentingnya literasi sebagai fondasi peradaban.

“Semoga buku ini dapat menjadi sumber inspirasi, memperluas perspektif, dan mendorong lahirnya gagasan-gagasan baru yang bermanfaat bagi masyarakat luas,” ujar Benny.

Acara peluncuran dan diskusi buku tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Alwi Shihab, Okky Tirto, serta Hadi Nur Ramadhan, bersama keluarga besar Bafagih.

Baca juga: Buku Sejarah Islam Kaltim berikan pesan merawat toleransi

Baca juga: Direktur Komdigi apresiasi peluncuran buku PDP secara digital

Baca juga: Yusril luncurkan delapan buku rekam jejak 70 tahun perjalanan hidup


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Rentetan Kekerasan TNI terhadap Sipil: Bukti Kegagalan Sistemik dan Darurat Reformasi Militer
• 6 jam lalurealita.co
thumb
TVRI Prediksi Antusiasme Piala Dunia 2026 Meningkat, Siapkan Akses Siaran Lebih Luas
• 12 jam lalutvrinews.com
thumb
Harga Plastik Naik, Apindo Minta Penguatan Pasokan dan Stabilisasi Harga
• 11 jam lalukumparan.com
thumb
Pertamina Patra Niaga Bersama Dirjen Migas Pastikan Distribusi LPG ke Masyarakat Berjalan Optimal
• 1 jam lalurepublika.co.id
thumb
SBY Sebut Pasukan RI di Lebanon Kini Berada di "War Zone", Bukan "Blue Line" Lagi
• 9 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.