JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, pasukan Indonesia yang bertugas di Lebanon saat ini sudah berada di zona perang, bukan lagi di 'blue line' yang memisahkan teritori Israel dan Lebanon.
Padahal, kata SBY, pada hakikatnya, kontingen Indonesia bertugas di 'blue line'. Namun, kenyataannya, para prajurit kini sudah berada di 'war zone'.
"Yang sehari-hari sudah berkecamuk pertempuran antara pihak Israel dan Hizbullah. Bahkan dikabarkan pasukan Israel sudah maju 7 km dari 'Blue Line'," tulis SBY melalui akun X-nya, Minggu (5/4/2026).
SBY menyampaikan, keadaan ini tentu sangat berbahaya bagi peacekeeper, karena setiap saat bisa menjadi korban dari pertempuran yang tengah berlangsung.
Baca juga: SBY Berduka atas Gugurnya 3 Prajurit di Lebanon: Hati Saya Tergetar...
SBY mengingatkan, satuan pemeliharaan perdamaian PBB seperti Kontingen Garuda XXIII/S bertugas untuk menjaga perdamaian (peacekeeping), bukan 'peacemaking'.
Menurutnya, 'peacekeeper' tidak dipersenjatai secara kuat, dan tidak pula diberikan mandat untuk melaksanakan tugas-tugas pertempuran.
"Ini diatur dalam Chapter 6 Piagam PBB. Bukan Chapter 7 yang punya misi 'to enforce the peace', dalam arti melaksanakan tugas yang lebih keras untuk sebuah peacemaking. Mereka bertugas di blue line atau di wilayah blue zone, yang bukan merupakan daerah pertempuran atau war zone," tegasnya.
SBY menjelaskan, dengan argumentasi ini, seharusnya PBB segera mengambil keputusan dan langkah yang tegas untuk menghentikan penugasan UNIFIL.
Baca juga: Prajurit TNI di Lebanon Masuk Bunker, Anggota DPR: Ini Bentuk Mitigasi Risiko
Atau, kata SBY, PBB bisa juga memindahkan lokasi para peacekeeper ke luar medan pertempuran yang masih membara saat ini.
"Dewan Keamanan PBB harus segera bersidang dan bisa mengeluarkan resolusi yang tegas dan jelas, imbuh SBY.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang